Matahari sudah beringsut meninggalkan jejak-jejak jingga
sudah bias keemasan dilayar puisi senjaku
semua menari, mendayu ia keulu hati: tanpa arti
bergegas, mengajakku berdendang tentang memori kita
masalalu, kunamakan itu
aku ajak angin berdiskusi tentang rindurindu-dendam-cinta-dan-kebencian
berteriak dalam satu suara, satu bahasa
hingga embun enggan menyentuh sajak-sajakku lagi
Aku masih dengan cintaku yang sama
kesetiaan yang tak mampu dijabarkan sejak kita pertama kali saling menatap mata yang katanya ada isyarat rindu terdahsyat
"Maka cintai aku sebesar perasaanmu"
maka tetap dekap syairku
peluk erat aku hingga rindu-rindu itu luntur lalu tak tersisa
"Jika cintaku salah, maka katakan dihadapanku, "pergi saja!" aku akan segera pergi"
karena cinta akan bermuara...
maka biarkan ia,...
kita lihat sampai dimana ia akan bermuara.
setelah itu kita simpulkan, bahwa perasaan ini begitu sempurna dan istimewa untuk kita. tanpa ada komentar lagi.
sudah bias keemasan dilayar puisi senjaku
semua menari, mendayu ia keulu hati: tanpa arti
bergegas, mengajakku berdendang tentang memori kita
masalalu, kunamakan itu
aku ajak angin berdiskusi tentang rindurindu-dendam-cinta-dan-kebencian
berteriak dalam satu suara, satu bahasa
hingga embun enggan menyentuh sajak-sajakku lagi
Aku masih dengan cintaku yang sama
kesetiaan yang tak mampu dijabarkan sejak kita pertama kali saling menatap mata yang katanya ada isyarat rindu terdahsyat
"Maka cintai aku sebesar perasaanmu"
maka tetap dekap syairku
peluk erat aku hingga rindu-rindu itu luntur lalu tak tersisa
"Jika cintaku salah, maka katakan dihadapanku, "pergi saja!" aku akan segera pergi"
karena cinta akan bermuara...
maka biarkan ia,...
kita lihat sampai dimana ia akan bermuara.
setelah itu kita simpulkan, bahwa perasaan ini begitu sempurna dan istimewa untuk kita. tanpa ada komentar lagi.
0 comments:
Post a Comment