Wednesday, December 11, 2013

CATATAN DIBALIK FILM: The New Rules of The World

Judul         : The New Rules Of The World
Durasi        : 53’51’’
Directed    : Alan Lowery
Written     : John Pilger
Produced    : John Pilger & Alan Lowery
Production    : A Carlton Production, 2002

Sebuah film yang mengangkat tentang kondisi perekonomian suatu negara; Indonesia. Berbagai perusahaan yang memiliki merk tinggi yang ternyata karyawannya adalah kebanyakan dari perempuan kalangan bawah.
“Sehari saja minimal harus menghasilkan tiga ribu celana”
Dengan penghasilan yang sangat rendah pada karyawan itu sendiri.
    “Gaji yang rendah; Produk yang mahal”
Kondisi yang tidak berkesinambungan itu menyebabkan banyak buruh protes dan akhirnya prilaku-prilaku anarkis terjadi. Tak jarang demo terjadi disetiap pabrik dll. Selain karena persoalan gaji, adanya kebebasan istirahat sangatlah kaku, 24 jam kerja dengan posisi berdiri istirahatnya hanya beberapa kali, sangat miris.
    Peraturan yang sangat menikam karyawan membuat keadaan kaku, tak ada keutamaan hak buruh, semua terserah pimpinan perusahaan. Film ini juga menjelaskan bagaimana kekejaman pihak perusahaan pada karyawannya, padahal ini perusahaan pemilik produk bermerk, tapi gaji dan kebebasan karyawan sangatlah dikucilkan.
Adanya film The New Rules of The World, sangatlah jelas bahwa Indonesia menjadi ladang eksekusi perekonomian dari pihak barat. Dari zaman Suharto, Presiden Indonesia yang banyak bekerjasama dengan pihak barat mengenai masalah ekonomi dll, hingga limpahan hutang pun banyak dan akhirnya pihak barat pun memilih mengeksekusi kondisi perekonomian Indonesia, baik dari segi perusahaan pembuat produk terkenal hingga merk biasa, serta kondisi karyawan/buruh yang kemudian di kritisi dan akhirnya terungkaplah suasana miris para buruh perusahaan Indonesia oleh pihak barat yang mengangkat film ini.
Maka bagaimana jika kondisi dalam film ini dikaitkan dengan opini publik?
Mari kita lihat dulu bagaimana komposisi yang ada dalam opini publik:
    Konstruksi sosial
- Opini kelompok, Opini pribadi di atas kemudian diangkat dalam kelompok tertentu maka jadilah opini kelompok.
- Opini rakyat, Opini yang tersistematiskan melalui jalur yang bebas seperti pemilihan umum atau hasil polling.
- Opini massa yaitu opini yang berserakan, ini bisa berbentuk budaya atau konsensus. Inilah yang oleh para politikus disebut sebagai opini publik.
    Konstruksi politik
Ketiga opini hasil konstruksi sosial diatas dihubungkan dengan kegiatan pejabat publik yang mengurus masalah kebijakan umum. Inilah opini publik yang dikaji dalam komunikasi politik.
    Maka sangatlah jelas film The New Rules of The World, sudah menciptakan opni publik. Baik opini yang bermula dari personal pada suatu kelompok lalu jadilah opini massa/publik. Perihal kesenjangan ekonomi di Indonesia (keadaan perusahaan, nasib buruh/karyawan) tidak akan terekspos secara detail, jelas jika film ini tidak ada; akan tetapi karena muncul film kritis ekonomi Indonesia ini, maka berserakanlah opini-opini miring tentang kondisi perekonomian Indonesia. Terciptalah situasi yang riuh memberontak masalah keadilan buruh pada perusahaan dan sebagainya. Bahkan sampai saat ini, kekritisan film ini membuat masyarakat berpikir lebih kritis tentang peradilan suatu perusahaan pada buruh dll.
KONDISI DALAM FILM INI TAK HANYA MENJADI OPINI PUBLIK: WARGA INDONESIA, TAPI SELURUH WARGA DUNIA

Template by:

Free Blog Templates