Thursday, July 4, 2013

PROPOSAL PENELITIAN KUALITATIF




MODEL KOMUNIKASI PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA SOSIAL FACEBOOK DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR-MENGAJAR
(Studi Kasus Model Komunikasi dalam Pembelajaran Mata Kuliah Interpersonal dan Group dalam Penerapan Diskusi Online di Facebook)


Diajuakan untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Metode Penelitian Kualitatif
Dosen Pengampu: Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si

Oleh:

MUNAWARA

2011230025

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
PERIODE 2012-2013

KATA PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahNya sehingga proposal penelitian ini  dapat terselesaikan dengan judul MODEL KOMUNIKASI PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA SOSIAL FACEBOOK DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR-MENGAJAR”.
Penyusunan proposal penelitian ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak baik berupa informasi, bimbingan, maupun dorongan mental kepada kami dari awal hingga terselesaikannya tulisan ini. Untuk itu dalam kesempatan ini pula penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada:
  1. Dekan Fakultas Ilmu sosial dan politik Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
  2. Ketua program studi ilmu Komunikasi, Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si
  3. Seluruh keluarga Universitas Tribhuwana Tunggadewi yang telah membantu mendukung dalam pembuatan makalah ini, baik dari segi kepustakaan atau internet.
  4. Kepada Orang tua dan semua pihak yang telah membantu serta memberikan dorongan baik berupa moril maupun materiil sehingga kami dapat menyelesaikan proposal penelitian ini.
Dalam penulisan proposal ini sangat disadari masih banyak kekurangannya, untuk itu sangat diharapkan adanya saran dan kritik dari berbagai pihak demi kesempurnaan proposal penelitian ini.

Malang,  22 Juni 2013

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata pengantar...............................................................................i
Daftar Isi........................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN
      1.1  Latar Belakang..................................................................1
      1.2 Rumusan Masalah...............................................................8
      1.3 Tujuan.................................................................................8
      1.4 Manfaat Penelitian...............................................................8
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1  Landasan Teori
      2.1.1Definisi Media Sosial........................................................10
      2.1.2 Peran Media Sosial.........................................................13
      2.1.3 Fungsi Media Sosial........................................................14
      2.1.4 Facebook sebagai Media Sosial Online...........................15
      2.1.5 Sarana Komunikasi.........................................................18
      2.1.6 Pengertian Metode Mengajar...........................................20
2.1.7 Pemanfaatan Media Dan Sumber Belajar...............................22
2.1.8 Konsep Dasar Media............................................................22
2.1.9 Prinsip- prinsip Penggunaan Media........................................24
2.1.10 Prinsip- prinsip Belajar Jarak Jauh.......................................25
2.2 Penelitian Terdahulu..................................................................27
2.3 Kerangka Pemikiran.................................................................31
BAB III METODE PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian.........................................................................33
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian.....................................................33
3.3 Fokus Penelitian.......................................................................33
3.4 Sumber Data............................................................................34
3.5 Jenis Penelitian..........................................................................34
3.6 Metode Pengumpulan data........................................................35
3.7 Keabsahan data........................................................................36
3.8 Teknik Sampling........................................................................38
3.9 Teknik Analisis..........................................................................38

DAFTAR PUSTAKA.....................................................................41



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Jejaring sosial (Social networking) menjadi fenomena yang cukup menarik untuk diteliti, karena dengan seiiring perkembangannya segala macam aktifitas dan kegiatan dapat diterapkan, salah satunya sebagai media pendidikan. Social networking memiliki pengertian, pranata sosial yang terdiri dari beberapa elemen baik individu maupun organisasi. Jejaring ini merupakan suatu jalan dimana setiap individu maupun organisai berhubungan baik kesamaan hobi dan sosial, jejaring sosial ini diperkenalkan oleh Prof. Barnes pada tahun 1954.
Menurut Barnes (1954), jejaring sosial “Suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan”.
Jejaring sosial yang banyak bermunculan yang dapat ditemui diantaranya friendster, twitter, facebook, myspace, ebudy. Penelitian tentang standar yang berfokus pada pembelajaran e-learning, salah satunya pemanfaatannya melalui jajaring social facebook telah banyak dilakukan. Dengan menggunakan konsep e-learning sebagai infrastruktur pembelajaran berbasis content, dimungkinkan materi yang disajikan dapat disesuaikan (flexibelity) dengan kebutuhan pengguna (Permana, 2005), sedangkan Hambali (2008), mengemukakan istilah e-learning sama dengan komunikasi dalam suatu lingkungan, dimana komunikasi merupakan salah satu hal paling penting. Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, komunikasi dapat dilakukan berbagai berbagai cara, salah satunya yang sekarang berkembang adalah melalui situs jejaring sosial facebook.
Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial dengan jumlah pengguna terbesar di dunia. Didirikan pada Februari 2004 oleh seorang mahasiswa Harvard beserta beberapa temannya. Pada bulan Februari 2009, dilaporkan bahwa Facebook menempati urutan pertama dalam jumlah penggunaannya, yaitu sekitar 1 milyar lebih pengguna dalam satu bulan (Kazeniac 2009).
E-learning merupakan sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya dijaringan komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet, inilah makanya sistem e-learning dengan menggunakan internet disebut juga internet enabled learning (Hidayat, 2009).
Penyajian e-learning berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informasai perkuliahan juga dapat disajikan secara up-todate dan real-time. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun tidak dapat secara langsung tatap muka, tetapi forum diskusi perkuliahan dapat dilakukan secara online sehingga pembelajaran yang tidak terbatas dengan tempat dan waktu (time and place flexibelity) benar-benar terjadi. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang dimungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu (Nugraho, 2007).
Sistem e-learning seiring perkembangan tenologi khususnya teknologi informasi terus dikembangkan sejumlah orang, bahkan beberapa pakar atau sebagian ahli sependapat dengan adanya e-learning seperti sekarang yang banyak bermunculan, dapat juga dikatakan sebagai ciri dari generasi teknologi web sekarang yang merupakan bagian dari karakteristik dari web 2.0.
Web 2.0 lebih menonjolkan ide kolaborasi dan berbagi informasi (collaborating and sharing), yang tidak dimiliki generasi web sebelumnya seperti web 1.0 dengan tampilan yang statis. Karakteristik kolaborasi dan berbagi informasi inilah yang sekarang melekat dan banyak dimiliki beberapa situs jejaring sosial seperti ebudy, twitter, facebook, myspace dan jejaring sosial yang lainya.
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan yang sekarang ini sedang menjadi sorotan dan harapan banyak orang di Indonesia. Wujud dari proses pendidikan yang paling riil terjadi di lapangan dan bersentuhan langsung dengan sasaran adalah berupa kegiatan belajar mengajar pada tingkat satuan pendidikan. Kualitas kegiatan belajar mengajar atau sering disebut dengan proses pembelajaran tentu saja akan berpengaruh terhadap mutu pendidikan yang output-nya berupa sumber daya manusia.
Kegiatan pembelajaran merupakan proses transformasi pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar kepada pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses komunikasi untuk menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan agar pesan dapat diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman serta perubahan tingkah laku. Dengan demikian keberhasilan kegiatan pembelajaran sangat tergantung kepada efektifitas proses komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran tersebut.
Disamping kita membicarakan masalah bagaimana pembelajaran menggunakan media, disini pula kita membahas bagaimana media tersebut berperan. Dalam kehidupan bermasyarakat terdapat ciri utama yakni adanya hubungan diantara anggotanya. Hubungan itu berlangsung sedemikian rupa, sehingga terjadi proses saling mempengaruhi. Dengan kata lain antara anggota kelompok terdapat hubungan yang disebut komunikasi interaksi. Melalui berbagai bentuk komunikasi maka kelompok-kelompok masyarakat melakukan banyak kegiatan atau tingkah laku sosial sehingga tercapai tujuan-tujuan bersama.
Bentuk komunikasi itu berlaku di dalam semua bentuk hubungan sosial, baik di kampus maupun di dalam pergaulan masyarakat yang lebih luas dan di dalam bentuk-bentuk masyarakat dengan struktur dan fungsinya masing-masing. Di kampus berlangsung hubungan komunikasi interaksi antara para mahasiswa dan pengajar atau dosen.
Untuk mencapai maksud dan tujuannya, bentuk-bentuk organisasi masyarakat itu, perlu peningkatan efisiensi dan efektivitasnya. Peningkatan efisiensi dan efektivitas tersebut sebagian bergantung kepada faktor penunjang, yakni sarana dan prasarana. Dengan perkataan lain, hubungan komunikasi interaksi itu akan berjalan dengan lancar dan mendapat hasil yang maksimal. Apabila organisasi itu berjalan dan menggunakan alat bantu, alat bantu itulah yang disebut dengan media.
Bertitik tolak dari alat bantu (media) itu dapat dipahami bahwa, media dalam hubungannya dengan komunikasi interaksi suatu organisasi sangat menentukan. Namun yang masih perlu kejelasan adalah, apa yang dimaksud dengan media.
Sedangkan Assosiasi Teknologi dan Komunikasi (Association of Education and Communication Technology/ AECT) di Amerika memberi batasan yaitu: Media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/ informasi.
Pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi. Komunikasi adalah proses pengiriman informasi dari satu pihak kepada pihak lain untuk tujuan tertentu. Komunikasi dikatakan efektif apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima pesan.
Kualitas pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar/dosen merupakan pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.
Universitas Tribhuwana Tunggadewi Jurusan Ilmu Komunikasi pada Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal dan Group sudah menerapkan  sistem belajar jarak jauh berupa diskusi online, dengan berbagai pertimbangan bahwasanya Kegiatan Belajar dan Mengajar tidak hanya dilakukan secara tatap muka (face to face), melainkan juga dengan menggunakan media, baik media cetak (modul), non cetak (audio/video), siaran radio, televisi dan saluran terbaru yang tersedia yaitu berupa layanan tutorial berbasis internet. Dengan metode ini para peserta KBM dapat secara mandiri mengatur kesesuaian waktu dan tempat dalam mempelajari materi. Melihat semakin tersebarnya mahasiswa serta semakin berkembangnya teknologi informasi yang disertai semakin mudahnya  akses dan biaya memanfaatkan teknologi informasi, khususnya internet, maka tutorial online menjadi pilihan sarana KBM yang dapat diandalkan di masa-masa saat ini. Selain dengan alasan tersebut KBM dengan model diskusi online ini juga memiliki visi guna memberikan ruangan lebih luas pada peserta didik/mahasiswa yang malu bertanya, berbicara, berwacana dikelas untuk tampil di diskusi online facebook (Primasti, 2013).
Memperhatikan data-data diatas, tentu mudah untuk dipahami  jika  ke depannya harus dikembangkan sebuah KBM khususnya tutorial online berbasis internet yang mudah dipergunakan dan dapat diakses melalui ponsel. Salah satu pilihan yang tersedia adalah memanfaatkan sistem media sosial berbasis  internet yang banyak dipergunakan saat ini. Salah satu media sosial yang cukup populer di dunia adalah Facebook. Sesuai data statistic yang dikeluarkan oleh facebook saat ini terdapat 750 juta pengguna yang tersebar di seluruh dunia dan secara aktif mengakses server facebook.
Ditinjau dari pendekatan sistem sebuah sistem pembelajaran jarak jauh harus mempunyai lingkungan sebagai berikut: Sebuah lingkungan KBM online yang ideal merupakan sebuah interaksi yang menempatkan si pembelajar/mahasiswa sebagai pusat dari lingkungan. Di dalam lingkungan belajar jarak jauh tersebut mahasiswa mempunyai akses ke sumber pembelajaran yang disediakan (learning management system) yang dapat diperkaya dan ditingkatkan dengan tersedianya layanan kepustakaan online (Rofai, 2009).
Sementara dalam kegiatan belajarnya, mahasiswa akan berinteraksi dengan penyelenggara, pengajar, serta mendapatkan layanan dukungan dalam hal administrasi dan penggunaan teknologi KBM online. Tentu saja tersedia fasilitas untuk berinteraksi dengan mahasiswa lain untuk mendiskusikan materi perkuliahan, baik dengan metode asynchronous maupun synchronous.
Berdasarkan dari berbagai pembahasan serta hasil survei lapangan diatas, maka penulis merasa sangat perlu untuk mengantarkan persoalan model komunikasi pembelajaran dengan media sosial facebook ini keranah umum, sehingganya para PTN/PTS mampu menggunakan, memanfaatkan kondisi dan media yang ada saat ini dengan baik dan bertanggungjawab dalam metode atau model pembelajaran mereka yang akan datang, oleh karena itu penulis disini mengangkat judul: “Model Komunikasi Pembelajaran Melalui Media Sosial Facebook Dalam Menunjang Proses Belajar-Mengajar”.

1.2 Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah dipaparkan diatas, maka penulis bisa memberikan suatu perumusan masalahnya, yaitu:
1.      Bagaimana model komunikasi pembelajaran dengan media sosial Facebook?
2.      Bagaimana proses belajar-mengajar dengan menggunakan media sosial Facebook yang bermodel diskusi online?
3.      Bagaimanakah efektifitas media sosial facebook yang dijadikan sebagai media pembelajaran?
1.3 Tujuan Penelitian
1.      Guna mengetahui dan menganalisa proses pembelajaran dengan menggunakan media sosial facebook
2.      Mengetahui serta menganalisa model komunikasi yang digunakan dalam pembelajaran yang menggunakan media sosial facebook.
3.      Guna mengetahui dan menganalisa keefektifan komunikasi dalam pembelajaran yang menggunakan media sosial facebook.
1.4 Manfaat Penelitian
a)      Manfaat Teoritis
1.      Memberikan sumbangsih pengetahuan tentang masalah media sosial terhadap proses pembelajaran
2.      Mampu memberikan gambaran bagaimana dan apa yang yang digunakan dalam model komunikasi pembelajaran melalui media sosial facebook

b)      Manfaat Praktis
1.      Mampu memberikan contoh hasil dari keefektifan atau tidaknya suatu pembelajaran dengan penggunaan media sosial facebook
2.      Akan memudahkan pihak-pihak lain untuk menggunakan, memanfaatkan metode pembelajaran ini dengan model komunikiasi pembelajaran jarak jauh lewat media sosial facebook.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Landasan Teori
2.1.1        Definisi Media Sosial
Sosial media merupakan sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu (Rustian, 2012).
Rustian (2012), mengelompokkan sosial media menjadi beberapa bagian, yaitu:
1. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi (Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll)
2. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll)
3. Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll)
4. Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll)
5. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)
6. MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll)
7. Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll)
8. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll)
9. Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll)
10. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll)
Sosial media meghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun waktu, dengan media sosial ini manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu sama lain dimanapun mereka bereda dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh jarak mereka, dan ttidak peduli siang atau pun malam.
Sosial media memiliki dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya “kecil” bisa seketika menjadi besar dengan Media sosial, begitupun sebaliknya orang “besar” dalam sedetik bisa menjadi “kecil” dengan Media sosial.
Apabila kita dapat memnfaatkan media sosial, banyak sekali manfaat yang kita dapat, sebagai media pemasaran, dagang, mencari koneksi, memperluas pertemanan, dan lain-lainnya. Tapi apabila kita yang dimanfaatkan oleh Media sosial baik secara langsung ataupun tidak langsung, tidak sedikit pula kerugian yang akan di dapat seperti kecanduan, sulit bergaul di dunia nyata, autis, dll).
Orang yang pintar dapat memanfaatkan media sosial ini untuk mempermudah hidupnya, memudahkan dia belajar, mencari kerja, mengirim tugas, mencari informasi, berbelanja, dan lain-lain.
Media sosial menambahkan kamus baru dalam pembendaharaan kita yakni selain mengenal dunia nyata kita juga sekarang mengenal “dunia maya”. Dunia bebas tanpa batasan yang berisi orang-orang dari dunia nyata. Setiap orang bisa jadi apapun dan siapapun di dunia maya. Seseorang bisa menjadi sangat berbeda kehidupannya antara didunia nyata dengan dunia maya, hal ini terlihat terutama dalam jejaring sosial.
            Selain pendapat dari Rustian, Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “Sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”.
              Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas.
              Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita-berita.
              Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model content lainnya.
Media sosial menurut Rustia (2012), mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
Ø  Pesan yang di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
Ø  Pesan yang di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
Ø  Pesan yang di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
Ø  Penerima pesan yang menentukan waktu interaksi
2.1.2        Peran Media Sosial
Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan klien. Media sosial sperti blog, facebook, twitter, dab youtube memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran (Rustian, 2012).
Rustian (2012), berpendapat bahwasanya media sosial memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain :
ü  Kesederhanaan
Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.
ü  Membangun Hubungan
Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi dengan  pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.
ü  Jangkauan Global
Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih banyak pengguna.
ü  Terukur
Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.
2.1.3 Fungsi Media Sosial
Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi seperti yang ditulis oleh Rustian (2012), yaitu :
1.      Administrasi
Pengorganisasian proofil karyawan perusahaan dalam jaringan sosial yang relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang. Pembentukan pelatihan kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua karyawan pada penggunaan media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan integrasi  konten dalam masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk menemukan dimana pasar anda.
2.      Mendengarkan dan Belajar
Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang pasar anda inginkan, apa yang relevan dengan mereka.
3.      Berpikir dan Perencanaan
Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap didepan pasar dan begaiman anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi sosial meningkatkan efisiensi operasional hubungan pasar.
4.      Pengukuran
Menetapkan langkah-langkah efektif sangat penting untuk  mengukur apakah metode yang digunakan, isi dibuat dan alat yang anda gunakan efektif dalam meningkatkan posisi dan hubungan pasar anda.
2.1.4  Facebook sebagai Media Sosial Online
Facebook adalah salah satu situs jejaring sosial di dalam internet yang memungkinkan pengguna (user) dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna lain. Dari sisi penggunaan,facebook sangat berkembang pesat dari tahun ke tahun sejak diluncurkan pada 2004. Facebook memudahkan orang berkomunikasi dengan orang lain dengan cara chatting, menulis di Wall, dan mengirim Pesan/Message. Tanpa disadari, facebook telah menjadi sumber informasi bagi semua orang di seluruh dunia (Nurkamid, et al, 2010).
Selain itu, facebook dapat juga melepaskan rasa bosan dikarenakan banyak games-games yang menyenangkan. Hanya dengan mengetik nama game yang kita inginkan di dalam kotak ‘Search’, maka dengan segera akan muncul hasilnya. Dibandingkan dengan website yang lain, Facebook lebih mudah digunakan, lebih cepat, dan lengkap sehingga membuat Facebook lebih bermanfaat dan lebih banyak diminati oleh orang-orang di seluruh dunia.
Group pada facebook dimanfaatkan sebagai media untuk berdiskusi secara online yang dilakukan diluar pertemuan tatap muka dikelas. Pemanfaatan facebook dalam mata kuliah ini sangat membantu dalam menyelesaikan masalah yang terjadi berkaitan dengan waktu perkuliahan yang amat terbatas pada pertemuan tatap muka dikelas. Melalui pemanfaatan facebook ini, dosen pengampu dapat memberikan pertanyaan, berinteraksi serta berdiskusi kepada mahasiswa yang tergabung didalam group dan mahasiswa pun juga dapat memberikan respon, jawaban atau tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan dosen pengampu atau jawaban dari mahasiswa lain (Albaghir, 2012).
Namun realita yang terjadi tidak seperti yang diharapkan, ternyata pemanfaatan facebook masih dianggap kurang membantu perkuliahan karena berbagai macam alasan. Sehingga muncul sebuah opini bahwa perkuliahan yang dilakukan dengan menggunakan facebook hanya membuang-buang waktu saja, sangat merepotkan, tidak menyelesaikan masalah, kurang kerjaan, tidak bermutu dan lain sebagainya.
Pada saat ini, internet merupakan kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan yang cukup besar. Teknologi informasi,khususnya internet telah membuka mata dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia yang tanpa batas.
Disadari betul bahwa perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan/industri maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi, publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.
Perkembangan teknologi informasi internet telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan adanya teknologi internet telah merubah gaya hidup masyarakat Indonesia yang primitif menuju masyarakat modern. dampak positif dari sebuah teknologi internet di indonesia yanitu dapat memudahkan  pencarian informasi, artikel, lowongan pekerjaan, dan masih banyak lagi.Tetapi disamping ada sisi positifnya juga tidak terlepas dari sisi negatif  antara lain membuat pengguna internet menjadi malas.
Peran internet di dalam pembelajaran orang dewasa bertumbuh karena berkembangnya kecepatan transfer data, perangkat web authoring, search engine dan bertumbuhnya pengguna komputer pc di rumah dan semakin mudahnya akses internet. Dari tahun ke tahun semakin banyak orang yang menggunakan internet untuk berbagai macam keperluan termasuk di dalamnya penggunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Pada tahun 2005 saja, di amerika lebih kurang 3.2 juta mahasiswa yang paling tidak mengambil satu mata kuliah online. Dan dari tahun ke tahun semakin banyak dan bahkan saat ini pembelajaran online menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran konvensional. Pengunaan metode asysnchronous yang pada mulanya menjadi mode satu-satunya berkat teknologi informasi penggunaan metode synchronous menjadi hal yang biasa (Rovai, 2012).
2.1.5 Sarana Komunikasi
Menurut Ekosujadi (2011), ada beberapa bentuk komunikasi yang bisa kita lakukan via Internet, antara lain:
1.      InternetPhone: Fasilitas telepon melalui internet digunakan untuk menelepon ke mana saja ke seluruh dunia dengan pulsa lokal. Selain itu, wajah lawan bicara anda bias tampak di layar monitor anda (seperti fasilitas 3G). Sayang kita masih belum bisa mengaksesnya di Indonesia, karena masih ada undang-undang hak monopoli komunikasi oleh Telkom.
2.      Berkirim Surat elektronik: Melalui fasilitas email yang disediakan   Internet, kita bisa berkirim surat pada seseorang di negara bagian manapun, dengan langkah yang sangat mudah dan waktu yang sangat singkat. Kita hanya butuh mengetikkan surat yang akan kita kirim, lalu Send pada alamat email yang akan kita tuju. Selain mudah, cepat dan praktis, fasilitas ini pun gratis.
3.      Chatting: Dengan menggunakan fasilitas chatting, kita bisa mengobrol dengan siapa saja yang mungkin berada di negara yang sangat jauh atau sangat dekat dengan kita. Pada fasilitas ini, kita mengobrol bukan melalui suara, namun melalui tulisan yang kita sampaikan pada lawan bicara kita. Dengan fasilitas Chatting ini, kita bisa menambah teman dari berbagai belahan dunia, serta menambah pengetahuan tentang bahasa dan kebiasaan orang lain.Kita juga bisa melihat wajah lawan bicara bila ada fasilitas tambahan berupa web cam.
4.      Sarana melakukan transaksi dagang
Di Internet, kita dapat menjual atau membeli barang. Saat ini, di internet sudah banyak Online Shop (toko online). Secara fisik tidak berbentuk toko, tapi menyediakan situs web sehingga anda dapat memesan barang yang anda inginkan, mengisi formulir yang disediakan, memilih spesifikasi barang yang anda inginkan, lalu klik buy. Pembayaran dilakukan melalui internet dengan kartu kredit. Beberapa hari kemudian, barang pesanan anda dikirim ke rumah.
5.      Tempat diskusi / sharing
Di internet ada banyak forum diskusi yang bisa kita ikuti. Kita bisa memberikan komentar atas topik yang sedang dibicarakan atau membuat topik baru untuk didiskusikan. Dengan fasilitas ini, kita bisa belajar untuk mengeluarkan pendapat dan bersosialisasi dengan sesama.
6.      Sarana Pemasangan Iklan baris
Internet bisa kita jadikan sarana pemasangan iklan baris yang paling efisien. Kita hanya perlu mengisi formulir yang tersedia, menulis pesan iklan yang kita inginkan, lalu klik kirim. Sangat mudah karena hanya dalam beberapa detik, iklan tersebut sudah dimuat di Internet dan bisa dibaca oleh siapapun di seluruh dunia, serta gratis”.
2.1. 6 Pengertian Metode Mengajar
Metode pengajaran yaitu suatu ilmu pengetahuan tentang motode yang dipergunakan dalam pekerjaan mendidik. Atau bisa juga yang dimaksud metode mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang di pergunakan oleh seorang guru atau instruktur (Malik, 2012).
Metode mengajar yang digunakan untuk menyampaikan informasi berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan mahasiswa dalam menguasai pengetahuan keterampilan, dan sikap ( kognitif, efektif). Didalam penggunaan metode ada beberapa syarat- syarat sebagai berikut:
1.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar mahasiswa.
2.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya.
3.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa.
4.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat meransang keinginan siswa untuk dapat belajar lkebih lanjut, untuk melakukan eksplorasi dan inovasi (pembangunan).
5.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh penngetahuan melalui usaha pribadi.
6.      Metode mengajar yang dipergunakan dapat mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantinya dengan pengalaman atau stuasi yang nyatra dan bertujan.
7.      Metode mengajar yang dipergunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari- hari.
Salah satu metode pembelajaran adalah metode diskusi. Muhibbin Syah (2000), mendefinisikan bahwa metode diskusi “Metode mengajar yang sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation)”.
Metode diskusi dapat pula diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Pengajar/dosen, peserta didik atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi.
2.1.7 Pemanfaatan Media Dan Sumber Belajar
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Dalam suatu proses komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok yaitu:
1.      Komponen pengirim pesan (dosen)
2.      Komponen penerima pesan (mahasiswa) dan
3.      Komponen pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran.
2.1.8 Konsep Dasar Media
Secara umum media merupakan kata jamak dari “medium” yang berarti perantara atau pengantar, kata media berlaku untuk berbagai kegiatan usaha, seperti media dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik. Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, akan tetapi hal-hal lain yang menemukan siswa dapat memperoleh pengetahuan.
Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan. Keterampilan dan sikap jadi, dalam pengertian media bukan hanya alat perantara seperti TV, Radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan sesama, diskusi, seminar, karya wisata, simulasi dan sebagainya yang dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap atau untuk menambah keterampilan.
a.       Pentingnya media pembelajaran
Mengajar dapat di panjang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar, sedangkan yang dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perubahan tingkah laku yang diperoleh melalui pengalaman. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang diperoleh dari aktivitas  sendiri pada situasi yang sebenarnya. Bahwa pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati dan mendengarkan melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa semakin konkrit siswa mempelajari bahan pengajaran. Contohnya melalui pengalaman langsung maka semakin banyak pengalaman yang diperoleh siswa semakin abstrak bahasa verbal maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh siswa.
b.      Fungsi Dan Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran
ü  Menangkap suatu objek atau peristiwa – peristiwa tertentu
ü  Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek-objek tertentu
ü  Menambah gairah dan motivasi belajar siswa
Penggunaan media dapat menambah motivasi siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran dapat lebih meningkat. Dalam kondisi ini media dapat berfungsi :
1.      Menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa kedalam kelas
2.      Memperbesar serta memperjelas objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat oleh mata telanjang, seperti sel-sel butir, darah/ molekul bakteri dan sebagainya.
3.      Mempercepat gerekan suatu proses yang terlalu lambat sehingga dapat dilihat dalam waktu yang lebih cepat.
4.      Memperlambat proses gerakan yang terlalu cepa
5.      Menyederhanakan suatu objek yang terlalu kompleks
6.      Memperjelas bunyi-bunyian yang sangat lemah sehingga dapat ditangkap oleh telinga.
2.1.9        Prinsip- prinsip Penggunaan Media
Prinsip pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan belajar mengajar adalah bahwa dalam upaya memahami materi pelajaran.  Agar media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa maka ada sejumlah  prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya:
1.      Media yang digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pelajaran
2.      Media yang akan di gunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran
3.      Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa
4.      Media yang akan digunakan harus memperhatikan efektivitas, dan efesien
5.      Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasinya.
2.1.10 Prinsip- prinsip Belajar Jarak Jauh
Secara mendasar sebuah pembelajaran jarak jauh menurut Simonson (2009),  sebagai “Sebuah kegiatan belajar formal yang berbasis organisasi (institution-based) dimana kelompok kelompok belajr terpisah , dan dimana interaksi jarak jauh (telecommunication) dipergunakan untuk saling terhubung antar angggota, dengan pengajar dan juga menghubungkan dengan sumber-sumber pembelajaran”. 
a.       Institutionally based, yang merupakan komponen pertama ini membedakan sebuah kegiatan belajar jarak jauh dengan kegiatan belajar secara mandiri (self study). Yang dimaksudkan dengan  institusi adalah adanya sebuah organisasi pendidikan yang menawarkan pembelajaran jarak jauh kepada mahasiswa.
b.      Separation of teacher and student. Seringkali ditafsirkan  bahwa pemisahan ini adalah pemisahan dalam arti tempat/geografis. Tetapi saat ini pemisahan ini juga berarti pemisahan dalam arti waktu. Tutor memberikan suatu materi pada suatu waktu sementara murid mengakses materi tersebut pada waktu yang lain yang memungkinkan (asynchronous). Selain terpisah secara tempat dan waktu,pemisahan dalam hal kecerdasan adalah hal yang penting pula. Sebuah proses belajar mengajar adalah interaksi antara tutor yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan peserta didiknya. Dalam hal ini, tujuan KBM adalah mengurangi perbedaan kecerdasan tersebut.
c.       Interactive Telecommunication, sebagai komponen ke-3 dapat berarti asynchronous ataupun synchronous (dalam waktu yang sama). Interaksi adalah suatu hal yang penting tetapi harus tetap memperhatikan biaya yang muncul dari penggunaan telecommunication itu sendiri. Artinya, ketersediaan sarana dan prasarana komunikasi jarak jauh secara umum dan relevan sudah cukup untuk menunjang KBM jarak jauh. Pengertian Telecommunication dapat berarti media elektronik, seperti televisi,telepon, dan juga internet. Tetapi istilah tersebut juga mencakup pengertian sistem surat menyurat dan sarana-sarana non elektronik lain yang berguna untuk berinteraksi. Tentu saja semakin hari media elektronik semakin menjadi penting dan berkembang dalam menunjang interaksi KBM jarak jauh.
d.      Learning Experiences, tentu saja ujung dari komponen-komponen KBM jarak jauh yang lain tidak akan berguna jika tidak ditunjang dengan sebuah bentuk belajar mengajar (learning experiences) yang sesuai dan berdaya guna. Pengertian learning experiences di sini adalah jenis/bentuk materi yang dapat dibagikan dan bagaimana caranya diakses, dapat dimengerti dengan baik dan benar serta mudah dipergunakan.
Ditinjau dari pendekatan sistem, menurut Alfred P Rovai, sebuah sistem pembelajaran jarak jauh harus mempunyai lingkungan sebagai berikut: 
 
Sumber: Yulianto, (2011)
Sebuah lingkungan KBM online yang ideal sebagaimana digambarkan pada diagram di atas adalah merupakan sebuah interaksi yang menempatkan si pembelajar/mahasiswa sebagai pusat dari lingkungan.  Di dalam lingkungan belajar jarak jauh tersebut mahasiswa mempunyai akses ke sumber pembelajaran yang disediakan (learning management system) yang dapat diperkaya dan ditingkatkan dengan tersedianya layanan kepustakaan online.
Sementara dalam kegiatan belajarnya, mahasiswa akan berinteraksi dengan penyelenggara, pengajar, serta mendapatkan layanan dukungan dalam hal administrasi dan penggunaan teknologi KBM online. Tentu saja tersedia fasilitas untuk berinteraksi dengan mahasiswa lain untuk mendiskusikan materi perkuliahan, baik dengan metode asynchronous maupun synchronous.
2.2      Penelitian Terdahulu
Untuk lebih memperkuat dan mempertajam penelitian ini, maka penelitian ini diperkuat dengan data-data penelitian terdahulu yang dapat dijadikan acuan dab referensi pada poin-poin tertentu guna menunjang teori dan hasil penelitian ini.
Penelitian terdahulu pertama, yang dilakukan oleh Rizca Fitriawati Hidayat dengan judul Pemanfaatan Jejaring Sosial Facebook sebagai Media Pembelajaran pada tahun 2012 dengan objek penelitian Deskripsi Opini Mahasiswa Teknologi Pendidikan UNJ MK KSHP Reguler pada semester 06.
Berdasarkan hasil penelitiannya dapat disimpulkan bahwa adanya respon positif dari mahasiswa yang mengikuti kegiatan diskusi melalui media grup facebook. Adapun permasalahan yang terjadi, yaitu kurangnya kesigapan mahasiswa dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, ternyata bukan disebabkan oleh ketidaksetujuan mahasiswa terhadap pemanfaatan grup facebook sebagai media diskusi MK KSHP. Melainkan karena beberapa faktor eksternal, diantaranya fasilitas pendukung dan biaya. Walaupun beberapa mahasiswa yang tergabung dalam grup KHSP Reguler, saat ini sudah menggunakan smartphone. Namun, beberapa diantaranya masih ada yang bergantung pada jasa warung internet (warnet) untuk mengakses situs ini. Masalah tersebut juga terjadi disebabkan kurang seringnya mahasiswa mengakses situs facebook.
Penelitian terdahulu kedua, adalah “Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau Terhadap Penggunaan Facebook” oleh Eko Sujadi pada tahun 2011 dengan objek Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau yang menggunakan media sosial Facebook.
Kehadiran facebook bagi masyarakat khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR, sedikit banyak mempengaruhi persepsi, pola pikir dan sikap mahasiswa. Terbukti dari hasil penelitian di lapangan bahwa fitur-fitur yang disajikan dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa dari segi informasi, hiburan dan sosialisasi. Selain itu facebook juga bukan lagi dianggap sebagai trend atau gaya hidup tetapi sudah menjadi kebutuhan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR.
Beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi mahasiwa Ilmu Komunikasi FISIP UR terhadap penggunaan facebook adalah faktor fungsional yakni kebutuhan mahasiswa akan informasi dan hiburan yang dikemas lebih menarik serta pengaruh lingkungan kampus dan pergaulan yang semakin menumbuhkan keinginan untuk menggunakan facebook. Faktor struktural yang mempengaruhi persepsi mahasiswa seperti berbagai kemudahan yang didapatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR melalui fitur-fitur yang disajikan facebook seperti games, wall, obrolan dan lainnya. Intinya facebook mampu mengemas sebuah sarana yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa secara menarik dan komplit.
Kemudian penelitian terdahulu ketig, dari Abdul Rochim AlBaghir, sebagai peneliti “Facebook sebagai Media Pembelajaran [Opini Mahasiswa Terhadap Penggunaan Facebook dalam Matakuliah Kapita Selekta Hasil Penelitian (KSHP)] pada tahun 2012.
Sebagian besar dari mahasiswa yang mengikuti perkuliahan KSHP memberikan respon dan tanggapan yang positif berkaitan dengan penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP. Sesusai dengan saran dan masukan dari mahasiswa yang sudah dibahas diatas, jika penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP tetap ingin terus dilaksanakan, maka harus dilakukan penjadwalan yang jelas kapan waktunya mahasiswa harus mengakses dan berdiskusi bersama pada group KSHP agar mahasiswa yang mengalami kesulitan dan masalah dapat menyesuaikan dan mengatur jadwal mereka dengan baik.
Semoga facebook, jejaring sosial serta berbagai macam fasilitas lainnya dapat dimanfaatkan dengan baik terutama dalam bidang pendidikan, sehingga akan mempermudah serta memberikan keluasan kepada peserta didik untuk mecari dan mengakses berbagai macam informasi yang tersedia.
Penelitian terdahulu keempat, oleh Muhammad Nurkamid, dkk pada tahun 2010 dengan judul “Pemanfaatan aplikasi jejaring sosial Facebook untuk media pembelajaran”.
Situs jejaring sosial yang sekarang berkembang salah satunya seperti facebook dapat dimanfaatkan sebagai e-learning yang merupakan salah satu karakteristik dari generasi teknologi web 2.0, colaborating and sharing. Dengan memanfaatkan beberapa aplikasi yang ada difacebook, interaktifitas sistem kepada pengguna dapat ditingkatkan.
Penelitian terdahulu kelima, Pemanfaatan Facebook Untuk Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar Online Secara Mandiri” oleh Lintang Patria dan Kristianus Yulianto pada tahun 2011.
Sebagai sebuah sistem, Facebook merupakan sebuah sistem yang sangat handal, mempunyai tata visual yang menarik, mudah dipergunakan, dan banyak yang menggunakannya. Facebook mempunyai fitur-fitur yang dapat dipergunakan untuk menunjang KBM jarak jauh. Fitur-fitur tersebut mencakup :
Fitur untuk menyampaikan materi dalam berbagai format (text, link, file, rekaman video), fitur untuk berinteraksi secara asynchronous (message, status & Comment,) dan juga synchronous (chatting) antara tutor dengan peserta atau antar peserta. Fitur untuk memberi notifikasi yang terhubung dengan peralatan telephon seluler (mobile devise) dan email tutor dan peserta.
Sistem merupakan sebuah sistem media sosial di awan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan bisnis independen. Sehingga tidak memungkinkan untuk mengkustomisasi ataupun mendapatkan layanan dukungan khusus untuk penggunaan sebagai sistem KBM jarak jauh. Keberlangsungan sistem juga tergantung kepada kebijakan pemilik sistem.
Materi tutorial yang mengandung symbol dan rumus-rumus keilmuwan tidak dapat dibuat dan ditampilkan dengan benar sehingga sulit dipahami. Tidak dapat dipergunakan untuk memberikan penilaian hasil evaluasi secara formal (yang berkaitan dengan administrasi KBM).
            Berdasarkan dari berbagai sumber penelitian terdahulu, yang membedakan penelitian sekarang dan terdahulu adalah terletak pada judul penelitian, analisis, dan objek penelitian.
2.3      Kerangka Pemikiran
Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal dan Group merupakan salah satu mata kuliah jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang yang menggunakan model komunikasi pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media sosial facebook dalam proses belajar-mengajar (Diskusi Online).
            Berdasarkan landasan teori serta penelitian terdahulu seperti yang telah diuraikan diatas, maka diperoleh gambaran untuk penyusunan kerangka pemikiran sebagai berikut:
Gambar 2.3. Kerangka Pemikiran
Model Komunikasi
Proses Komunikasi
Penggunaan Media
Pola Interaksi Belajar-Mengajar
Feedback
 










Dengan kerangka pemikiran seperti pada gambar 2.3 diatas maka akan uraikan bagaimana model komunikasi pembelajaran melalui media sosial facebook, yang mana dalam model tersebut terdapat proses komunikasi dari komunikator pada komunikan yang dalam hal ini menggunakan facebook sebagai medianya. Dari mengetahui model dan proses komunikasi yang digunakan terhadap media (facebook) tersebut, maka akan muncul pula pola-pola interaksi dalam belajar mengajar melalui media facebook yang pada akhirnya diharapkan terjadinya suatu feedback yang baik dari entitas pengguna media tersebut.
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1  Jenis Penelitian
Penelitian dalam ilmu sosial dan kemanusiaan menurut Koentjaraningrat (2001, dalam Soriano, 2012) adalah:
“Segala aktifitas yang berdasarkan disiplin ilmu untuk mengumpulkan, menganalisa dan menafsirkan fakta-fakta secara berhubungan antara fakta alam, masyarakat, kekuatan, dan rohani manusia guna menemukan prinsip-prinsip pengetahuan dan metode-metode dalam usaha menanggapi hal-hal tersebut”.
            Penelitian dengan jenis kualitatif menurut Ndraha (2003), “Merupakan suatu penelitian yang bertujuan untuk menemukan pengetahuan tentang seluas-luasnya obyek pada satu masa atau saat tertentu”
            Sedangkan menurut Moleong (2002), menyatakan bahwa penelitian kualitatif akan dapat:
1.      Melukiskan keadaan obyek pada suatu saat
2.      Mengidentifikasi data yang menunjukkan gejala-gejala daripada suatu peristiwa
3.      Menentukan data yang menunjukkan hubungan dari suatu realita
4.      Mengumpulkan data yang dapat menunjukkan suatu gagasan atau ide atau peraturan

Dengan demikian penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan mendeskripsikan temuan yang diperoleh didalam penelitian untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapi.
3.2  Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan ditempat yang menjadi sumber penelitian, yaitu di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Penelitian ini membutuhkan kurang lebih dua bulan, mulai dari tanggal 08 Juni sampai 08 Agustus 2013.
3.3  Fokus Penelitian
Moleong (2000:62), menyebutkan ada dua tujuan dalam penetapan fokus penelitian, yaitu:
1.      Untuk membatasi studi, sehingga peneliti dapat membatasi bidang inquiri, dalam hal ini fokus akan membatasi faktor-faktor apa saja yang akan diteliti
2.      Untuk memenuhi kriteria inklusi-esklusi (inclusion-exclusion criteria) dari suatu informasi yang diperoleh dilapangan. Artinya melalui penetapan fokus, peneliti akan dapat mengetahui data mana yang perlu dikumpulkan dan data mana yang walaupun menarik, tidak perlu dikumpulkan karena tidak relevan.

Dengan demikian fokus penelitian tersebut sangat perlu untuk diperhatikan dan ditentukan, karena fokus penelitian tersebut merupakan hal-hal yang menjadi pusat dalam penelitian. Penentuan fokus penelitian juga bertujuan untuk membatasi studi dan memenuhi kriteria inklusi-inklusi suatu informasi yang diperoleh di lapangan.
Dalam penelitian ini yang menjadi fokus penelitian adalah:
1.      Model komunikasi antara dosen dan mahasiswa
2.      Efektifitas media sebagai alat pembelajaran dilakukan
3.4  Sumber Data
Sumber-sumber data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain:
1.      Manusia
Dalam hal ini disebabkan karena suatu penelitian ini didasarkan dari informan-informan, yaitu manusia yang akan memberikan suatu jawaban terhadap apa yang diteliti.
2.      Peristiwa
Peristiwa itu merupakan semua hal yang terjadi, begitu juga segala aspek yang mendorong terhadap penelitian ini, semisal suatu prilaku dari obyek, atau suatu kondisi yang dialami obyek-obyek penelitian kita.
3.      Dokumen
Semua hal yang berkaitan dengan foto, audio, video, dan arsip tertulis atau lainnya merupakan sebuah dokumen yang akan dapat mendukung penelitian ini. Sehingga dengan adanya dokumen tersebut maka akan dapat membantu penelitian ini menjadi lebih riil dan jelas.
3.5  Jenis data
1.      Data Primer
Sumber data primer menurut Muhadjir (2000), “Asal diperbolehkannya suatu data secara langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat pada kegiatan penelitian”. Kemudian Marzuki (2003 dalam Soriano, 2012), mengatakan bahwa “Data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat untuk pertamakalinya sumber data ini langsung diperoleh dari obyeknya”.
2.      Data Sekunder
Menurut Marzuki (2003 dalam Soriano, 2012), mengatakan bahwa data sekunder “Data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti, misalnya dari biro statistik, majalah, keterangan-keterangan atau publikasi lainnya”.
Jadi, data sekunder tersebut bukanlah data pertama atau data yang diperoleh langsung oleh peneliti pada obyeknya, melainkan merupakan data dari tangan kedua, ketiga dan seterusnya. Artinya melewati satu atau lebih dua pihak yang bukan peneliti sendiri. dalam penelitian ini data sekunder tersebut bisa didapat dengan dokumentasi dari proses pembelajaran yang melalui facebook.
3.6  Metode Pengumpulam Data
1.      Wawancara
Menurut Sukaryana (1992 dalam Suriano, 2012), mengatakan bahwa wawancara merupakan:
“Mengkonstruksikan mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain kebulatan. Mengkonstruksi kebulatan-kebulatan demikian sebagai pengalaman masalalu, memproyeksi kebulatan sebagai yang telah diharapkan untuk dialami pada masa yang akan datang. Memverifikasikan, mengubah dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain, dan memverifikasi, mengubah serta memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti”.

Metode wawancara merupakan cara memperoleh data melalui tanya-jawab secara langsung dengan informan atau sumber data. Dalam sebuah penelitian informasi diperoleh dan dilakukan melalui wawancara terhadap obyek yang bersangkutan, yaitu para mahasiswa dan dosen pengampu mata kuliah komunikasi lintas budaya.
2.      Dokumentasi
Dokumen sebagai sumber data dapat dimanfaatkan untuk menguji, menafsirkan serta membandingkan dengan hasil wawancara. Menurut Hadari (1995 dalam Suriano, 2012), menyatakan bahwa:
“Melalui teknik ini data dikumpulkan dengan jalan mengadakan pengamatan dan pencatatan, seperti struktur organisasi, jurnal, kebijaksanaan dan peraturan yang dapat dipergunakan dalam menetapkan berbagai hal berhubungan dengan kebijaksanaan yang dibuat dan mempunyai hubungan erat dengan masalah dan tujuan dari penelitian”.
            Dokumen yang dibutuhkan dalam suatu penguatan penelitian bisa berupa arsip, dalam penelitian ini bisa dengan arsip diskusi online di facebook, data mahasiswa yang ikut serta dalam diskusi online, serta dokumen lain yang dapat mendukung dan relevan dengan penelitian ini.
            3.7 Keabsahan Data
Untuk mengetahui derajat kebenaran hasil penelitian perlu ditetapkan keabsahan datanya. Setiap penelitian kualitatif memerlukan standar untuk melihat derajat kepercayaan atau kebenaran hasil penelitian, sehingga data yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan. Keabsahan data penelitian kualitatif ditentukan melalui pemeriksaan tertentu. Pelaksanaan pemeriksaan ini didasarkan beberapa kriteria (Moleong, 2000), antara lain:
1.      Derajat kepercayaan (Credibility)
Berfungsi untuk melaksanakan inquiry (penyidikan) sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan penemuannya dapat dicapai dan menunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang diteliti. Derajat kepercayaan dapat dicapai lewat ketekunan, pengamatan, perpanjangan partisipasi, melakukan trianggulasi, memperbanyak referensi dan mengkaji kasus negatif.
2.      Keteralihan (Tranferability)
Merupakan validitas eksternal yang didasarkan pada konteks empiris setting penelitian, yaitu tentang emic yang diterima peneliti ethic yang merupakan hasil interprestasi peneliti. Derajat keteralihan dapat dicapai melalui uraian yang cermat, rinci, tebal atau mendalam serta adanya kesamaan konteks antara pengirim dan penerima.
3.      Ketergantungan (Dependability)
Dilakukan untuk memeriksa akurasi pengumpulan data analisis data. Agar derajat reliabilitas dapat tercapai maka diperlukan audit atau pemeriksaan yang cermat terhadap seluruh komponen dan proses penelitian serta hasil penelitian.
4.      Kepastian (Confirmability)
Objektivitas yang berdasarkan pada emic dan  ethic sebagai tradisi penelitian kualitatif. Derajat ini juga dapat dicapai melalui audit atau pemeriksaan yang cermat terhadap seluruh komponen dan proses penelitian serta hasil penelitian.
            Dalam rangka mengklarifikasi kesahihan dan kemutakhiran data untuk menunjang keabsahan data, maka penelitian ini membutuhkan nara sumber sebagaimana yang telah disebutkan. Karena fungsi nara sumber tersebut adalah sebagai pemberi penjelasan dan klarifikasi atas peristiwa yang pernah diketahui atau dialami sesuai dengan perannya.
Selain itu menurut Sutopo (n.d. dalam Aminulloh, 2013), “Ada metode Triangulasi yang biasa digunakan dalam berbagai penelitian, yaitu Triangulasi sumber/data, metode, peneliti, dan teori”. Maka atas dasar konsep penelitian tersebut penelitiaan ini juga menggunakan berbagai sumber guna mendapatkan banyaknya informasi yang dapat mendukung penelitian ini tepatnya sasarannya adalah manusia yang ikut serta dalam aktifitas yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan dokumen guna melengkapi data, serta perbandingan dari berbagai macam teori-teori sehingga dapat dan mampu memberikan suatu kesimpulan atas perbedaan hasil penelitian yang sekarang dengan teori-teori dahulu yang digunakan. Keabsahan data juga didukung dari dokumen-dokumen (data sekunder) yang telah dikumpulkan baik berupa literatur, karya ilmiah, jurnal maupun peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Dengan adanya nara sumber dan dokumen tersebut maka keabsahan data akan semakin dapat dipertanggungjawabkan.
3.8  Teknik Sampling
Dalam penelitian ini menggunakan dua teknik Sampling, yaitu: Proposive Sampling (sampling bertujuan). Dengan menggunakan proposive sampling penelitian ini akan menggunakan informan yang berkarakteristik, artinya informan yang diperlukan itu adalah beberapa orang yang memang bergelut dengan hal yang mau dijadikan obyek penelitian, seperti mahasiswa komunikasi yang memang mengikuti matakuliah komunikasi lintas budaya dan yang mengikuti kelas diskusi online, juga dosen pengampu matakuliah komunikasi lintas budaya itu sendiri.
Selain itu, perlu diketahui bahwasanya teknik proposive sampling tersebut menggunakan target informan yang akan menjadi sumber data/diwawancarai, sehingga pada suatu praktik dilapangan akan menjadi kemungkinan penelitian ini juga diikuti atau diiringi dengan teknik yang selanjutnya yaitu: teknik Snowball Sampling. Karena dengan teknik ini penelitian ini bisa mendapatkan informan yang berantai yang kemunkinan akan dapat memberikan informasi yang lebih banyak juga lebih lengkap, dengan teknik ini pula penelitian ini bisa mengembangkan informasi-informasi yang awalnya kurang jelas menjadi lebih jelas dan rinci dengan adanya banyak informan yang memberikan informasi. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi informasi yang kurang relevan atau kurang dibutuhkan bisa dibiarkan. Sedang pencarian informasi ini akan tetap berjalan sehingga pada informan yang terakhir, maka dari sanalah akan ditemukan berbagai informasi tentang apa yang diteliti.
                        3.9 Teknik Analisa
Ada banyak macam teknik penelitian yang digunakan oleh penelitian-penelian terdahulu, namun untuk penelitian ini menggunakan teknik analisa yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (n.d. dalam Aminulloh, 2013), bahwa “Teknik ini terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi data (data reduction), sajian data (data display), dan penarkan simpulan/verifikasi (drawing and verifying conclusions).
Yang dimaksud dari reduksi data tersebut bukan lantas sembarang dalam membuang suatu data yang tidak diperlukan, akan tetapi hal tersebut merupakan suatu upaya/usaha yang dihasilkan dari dilakukannya sebuah analisa data. Penyajian data yang dimaksud disini adalah melibatkan langkah-langkah penyusunan atau pengorganisasian data, yakni menyeiringkan atau menyambungkan data yang satu terhadap data yang lain sehingga perolehan dari data-data yang dianalisis mampu menjadi satu kesatuan yang akan menciptakan satu frame dari hasil penelitian tersebut . Sedangkan pada tahap penarikan/validasi kesimpulan, penelitian ini menggunakan atau memanfaatkan sebuah prinsip  induktif  (suatu prinsip yang bermula dari hal-hal yang khusus ke umum) dengan menggunakan berbagai pertimbangan untuk mencapai pemvalidasian data dengan banyaknya data yang telah diproses dalam penyajian data (data display).

DAFTAR PUSTAKA
AlBaghir, R, A, 2012, Facebook sebagai Media Pembelajaran. [Online]
Available at:
(Accessed 14 May 2013)       
Aminulloh, A., 2013, keabsahan data, teknik analisis, & teknik sampling,
AIK6345 Metode penelitian komunikasi 2. Univ. Tribhuwana Tunggadewi Malang, Unpublished.
Hidayat, R, F, 2012, Pemanfaatan Jejaring Sosial Facebook sebagai Media
Pembelajaran. [Online] Available at:
(Accessed 15 May 2013)
Moleong, L J., 2006, Metode penelitian kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
Nurkamid, M., et al, 2010, Pemanfaatan aplikasi jejaring sosial Facebook untuk
media pembelajaran. Universitas Muria Kudus. Unpublished.
Primasti, D, 2012, dalam penyampaian presentasi matakuliah Interpersonal dan
Group. Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Unpublished.
Rovai, Alfred P, 2008, Distance Learning in Higher Education : a Programmatic
Approach to Planning, Design, Instruction, Evaluation, and Accreditation. New York: Teacher College Press.
Simoson, Michael, 2009, Teaching and Learning at Distance, Foundation of
Distance Education, Pearson. USA. 
Soriano, P D S., 2012. Peranan komunikasi interpersonil dalam meningkatkan
kinerja karyawan radio RRI. Malang: Unpubhlised.
Sujadi, E, 2011, Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Riau Terhadap Penggunaan Facebook. [Online] Available at:
(Accessed 15 May 2013)

 


Template by:

Free Blog Templates