MODEL KOMUNIKASI PEMBELAJARAN
MELALUI MEDIA SOSIAL FACEBOOK DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR-MENGAJAR
(Studi Kasus Model Komunikasi dalam
Pembelajaran Mata Kuliah Interpersonal dan Group dalam Penerapan Diskusi Online
di Facebook)
Diajuakan untuk memenuhi tugas Mata
Kuliah Metode Penelitian Kualitatif
Dosen Pengampu: Akhirul Aminulloh,
S.Sos., M.Si
Oleh:
MUNAWARA
2011230025
PROGRAM
STUDI ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS
TRIBHUWANA TUNGGADEWI MALANG
PERIODE
2012-2013
KATA
PENGANTAR
Puji Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat, taufik serta hidayahNya sehingga proposal
penelitian ini dapat terselesaikan dengan
judul “MODEL KOMUNIKASI PEMBELAJARAN MELALUI MEDIA SOSIAL
FACEBOOK DALAM MENUNJANG PROSES BELAJAR-MENGAJAR”.
Penyusunan
proposal penelitian ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan
dari berbagai pihak baik berupa informasi, bimbingan, maupun dorongan mental
kepada kami dari awal hingga terselesaikannya tulisan ini. Untuk itu dalam
kesempatan ini pula penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga
kepada:
- Dekan Fakultas Ilmu sosial dan politik Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang
- Ketua program studi ilmu Komunikasi, Akhirul Aminulloh, S.Sos., M.Si
- Seluruh keluarga Universitas Tribhuwana Tunggadewi yang telah membantu mendukung dalam pembuatan makalah ini, baik dari segi kepustakaan atau internet.
- Kepada Orang tua dan semua pihak yang telah membantu serta memberikan dorongan baik berupa moril maupun materiil sehingga kami dapat menyelesaikan proposal penelitian ini.
Dalam penulisan proposal ini sangat
disadari masih banyak kekurangannya, untuk itu sangat diharapkan adanya saran
dan kritik dari berbagai pihak demi kesempurnaan proposal penelitian ini.
Malang, 22 Juni 2013
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata pengantar...............................................................................i
Daftar Isi........................................................................................ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................1
1.2 Rumusan
Masalah...............................................................8
1.3
Tujuan.................................................................................8
1.4 Manfaat Penelitian...............................................................8
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Landasan
Teori
2.1.1Definisi
Media Sosial........................................................10
2.1.2 Peran Media Sosial.........................................................13
2.1.2 Peran Media Sosial.........................................................13
2.1.3 Fungsi
Media Sosial........................................................14
2.1.4
Facebook sebagai Media Sosial
Online...........................15
2.1.5 Sarana
Komunikasi.........................................................18
2.1.6
Pengertian Metode
Mengajar...........................................20
2.1.7 Pemanfaatan Media Dan Sumber Belajar...............................22
2.1.8 Konsep
Dasar Media............................................................22
2.1.9 Prinsip- prinsip Penggunaan Media........................................24
2.1.10 Prinsip- prinsip Belajar Jarak Jauh.......................................25
2.2 Penelitian
Terdahulu..................................................................27
2.3 Kerangka
Pemikiran.................................................................31
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Jenis
Penelitian.........................................................................33
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian.....................................................33
3.3 Fokus Penelitian.......................................................................33
3.4 Sumber
Data............................................................................34
3.5 Jenis Penelitian..........................................................................34
3.6 Metode Pengumpulan data........................................................35
3.7 Keabsahan data........................................................................36
3.8 Teknik Sampling........................................................................38
3.9 Teknik
Analisis..........................................................................38
DAFTAR
PUSTAKA.....................................................................41
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Jejaring
sosial (Social networking) menjadi
fenomena yang cukup menarik untuk diteliti, karena dengan seiiring
perkembangannya segala macam aktifitas dan kegiatan dapat diterapkan, salah
satunya sebagai media pendidikan. Social
networking memiliki pengertian, pranata
sosial yang terdiri dari beberapa elemen baik individu maupun organisasi.
Jejaring ini merupakan suatu jalan dimana setiap individu maupun organisai
berhubungan baik kesamaan hobi dan sosial, jejaring sosial ini diperkenalkan
oleh Prof. Barnes pada tahun 1954.
Menurut
Barnes (1954), jejaring sosial “Suatu struktur sosial yang dibentuk dari
simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan
satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman,
keturunan”.
Jejaring
sosial yang banyak bermunculan yang dapat ditemui diantaranya friendster,
twitter, facebook, myspace, ebudy. Penelitian tentang standar yang berfokus
pada pembelajaran e-learning, salah satunya pemanfaatannya melalui jajaring
social facebook telah banyak dilakukan. Dengan menggunakan konsep e-learning
sebagai infrastruktur pembelajaran berbasis content, dimungkinkan materi yang
disajikan dapat disesuaikan (flexibelity)
dengan kebutuhan pengguna (Permana, 2005), sedangkan Hambali (2008),
mengemukakan istilah e-learning sama dengan komunikasi dalam suatu lingkungan,
dimana komunikasi merupakan salah satu hal paling penting. Dengan perkembangan
teknologi informasi yang semakin pesat, komunikasi dapat dilakukan berbagai
berbagai cara, salah satunya yang sekarang berkembang adalah melalui situs
jejaring sosial facebook.
Facebook
merupakan salah satu situs jejaring sosial dengan jumlah pengguna terbesar di
dunia. Didirikan pada Februari 2004 oleh seorang mahasiswa Harvard beserta
beberapa temannya. Pada bulan Februari 2009, dilaporkan bahwa Facebook
menempati urutan pertama dalam jumlah penggunaannya, yaitu sekitar 1 milyar
lebih pengguna dalam satu bulan (Kazeniac 2009).
E-learning
merupakan sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media
yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya dijaringan
komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga
kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet,
inilah makanya sistem e-learning dengan menggunakan internet disebut juga
internet enabled learning (Hidayat,
2009).
Penyajian
e-learning berbasis web ini bisa
menjadi lebih interaktif. Informasi-informasai perkuliahan juga dapat disajikan
secara up-todate dan real-time. Begitu pula dengan komunikasinya, meskipun
tidak dapat secara langsung tatap muka, tetapi forum diskusi perkuliahan dapat
dilakukan secara online sehingga pembelajaran yang tidak terbatas dengan tempat
dan waktu (time and place flexibelity) benar-benar terjadi. Sistem e-learning
ini tidak memiliki batasan akses, inilah yang dimungkinkan perkuliahan bisa
dilakukan lebih banyak waktu (Nugraho, 2007).
Sistem
e-learning seiring perkembangan tenologi khususnya teknologi informasi terus
dikembangkan sejumlah orang, bahkan beberapa pakar atau sebagian ahli
sependapat dengan adanya e-learning seperti sekarang yang banyak bermunculan,
dapat juga dikatakan sebagai ciri dari generasi teknologi web sekarang yang
merupakan bagian dari karakteristik dari web 2.0.
Web
2.0 lebih menonjolkan ide kolaborasi dan berbagi informasi (collaborating and sharing), yang tidak dimiliki generasi web sebelumnya
seperti web 1.0 dengan tampilan yang statis. Karakteristik kolaborasi dan
berbagi informasi inilah yang sekarang melekat dan banyak dimiliki beberapa
situs jejaring sosial seperti ebudy, twitter, facebook, myspace dan jejaring
sosial yang lainya.
Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia tidak dapat dipisahkan dari
upaya peningkatan kualitas pendidikan yang sekarang ini sedang menjadi sorotan
dan harapan banyak orang di Indonesia. Wujud dari proses pendidikan yang paling
riil terjadi di lapangan dan bersentuhan langsung dengan sasaran adalah berupa
kegiatan belajar mengajar pada tingkat satuan pendidikan. Kualitas kegiatan
belajar mengajar atau sering disebut dengan proses pembelajaran tentu saja akan
berpengaruh terhadap mutu pendidikan yang output-nya berupa sumber
daya manusia.
Kegiatan pembelajaran merupakan
proses transformasi pesan edukatif berupa materi belajar dari sumber belajar
kepada pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses komunikasi untuk
menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik dengan tujuan agar pesan
dapat diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman serta perubahan
tingkah laku. Dengan demikian keberhasilan kegiatan pembelajaran sangat
tergantung kepada efektifitas proses komunikasi yang terjadi dalam pembelajaran
tersebut.
Disamping
kita membicarakan masalah bagaimana pembelajaran menggunakan media, disini pula
kita membahas bagaimana media tersebut berperan. Dalam kehidupan bermasyarakat
terdapat ciri utama yakni adanya hubungan diantara anggotanya. Hubungan itu
berlangsung sedemikian rupa, sehingga terjadi proses saling mempengaruhi.
Dengan kata lain antara anggota kelompok terdapat hubungan yang disebut komunikasi interaksi.
Melalui berbagai bentuk komunikasi maka kelompok-kelompok masyarakat melakukan
banyak kegiatan atau tingkah laku sosial sehingga tercapai tujuan-tujuan
bersama.
Bentuk
komunikasi itu berlaku di dalam semua bentuk hubungan sosial, baik di kampus maupun
di dalam pergaulan masyarakat yang lebih luas dan di dalam bentuk-bentuk
masyarakat dengan struktur dan fungsinya masing-masing. Di kampus berlangsung
hubungan komunikasi interaksi antara para mahasiswa dan pengajar atau dosen.
Untuk
mencapai maksud dan tujuannya, bentuk-bentuk organisasi masyarakat itu, perlu
peningkatan efisiensi dan efektivitasnya. Peningkatan efisiensi dan efektivitas
tersebut sebagian bergantung kepada faktor penunjang, yakni sarana dan
prasarana. Dengan perkataan lain, hubungan komunikasi interaksi itu akan
berjalan dengan lancar dan mendapat hasil yang maksimal. Apabila organisasi itu
berjalan dan menggunakan alat bantu, alat bantu itulah yang disebut dengan
media.
Bertitik
tolak dari alat bantu (media) itu dapat dipahami bahwa, media dalam hubungannya
dengan komunikasi interaksi suatu organisasi sangat menentukan. Namun yang
masih perlu kejelasan adalah, apa yang dimaksud dengan media.
Sedangkan Assosiasi
Teknologi dan Komunikasi (Association of
Education and Communication Technology/ AECT) di Amerika memberi batasan
yaitu: Media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk
menyalurkan pesan/ informasi.
Pembelajaran merupakan suatu
proses komunikasi. Komunikasi adalah proses pengiriman informasi dari satu
pihak kepada pihak lain untuk tujuan tertentu. Komunikasi dikatakan efektif
apabila komunikasi yang terjadi menimbulkan arus informasi dua arah, yaitu
dengan munculnya feedback dari pihak
penerima pesan.
Kualitas pembelajaran dipengaruhi
oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di dalamnya. Komunikasi
efektif dalam pembelajaran merupakan proses transformasi pesan berupa ilmu
pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada peserta didik, dimana peserta
didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan,
sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan teknologi serta menimbulkan
perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar/dosen merupakan pihak yang
paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi yang efektif dalam
pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut memiliki kemampuan
berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses pembelajaran yang efektif.
Universitas Tribhuwana Tunggadewi
Jurusan Ilmu Komunikasi pada Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal dan Group sudah
menerapkan sistem belajar jarak jauh
berupa diskusi online, dengan berbagai pertimbangan bahwasanya Kegiatan Belajar
dan Mengajar tidak hanya dilakukan secara tatap muka (face to face), melainkan juga dengan menggunakan media, baik media
cetak (modul), non cetak (audio/video), siaran radio, televisi dan saluran
terbaru yang tersedia yaitu berupa layanan tutorial berbasis internet. Dengan metode
ini para peserta KBM dapat secara mandiri mengatur kesesuaian waktu dan tempat
dalam mempelajari materi. Melihat semakin tersebarnya mahasiswa serta semakin
berkembangnya teknologi informasi yang disertai semakin mudahnya akses dan biaya memanfaatkan teknologi
informasi, khususnya internet, maka tutorial online menjadi pilihan sarana KBM
yang dapat diandalkan di masa-masa saat ini. Selain dengan alasan tersebut KBM
dengan model diskusi online ini juga memiliki visi guna memberikan ruangan
lebih luas pada peserta didik/mahasiswa yang malu bertanya, berbicara,
berwacana dikelas untuk tampil di diskusi online facebook (Primasti, 2013).
Memperhatikan data-data diatas,
tentu mudah untuk dipahami jika ke depannya harus dikembangkan sebuah KBM
khususnya tutorial online berbasis internet yang mudah dipergunakan dan dapat
diakses melalui ponsel. Salah satu pilihan yang tersedia adalah memanfaatkan
sistem media sosial berbasis internet
yang banyak dipergunakan saat ini. Salah satu media sosial yang cukup populer
di dunia adalah Facebook. Sesuai data statistic yang dikeluarkan oleh facebook
saat ini terdapat 750 juta pengguna yang tersebar di seluruh dunia dan secara
aktif mengakses server facebook.
Ditinjau dari pendekatan sistem sebuah
sistem pembelajaran jarak jauh harus mempunyai lingkungan sebagai berikut:
Sebuah lingkungan KBM online yang ideal merupakan sebuah interaksi yang
menempatkan si pembelajar/mahasiswa sebagai pusat dari lingkungan. Di dalam
lingkungan belajar jarak jauh tersebut mahasiswa mempunyai akses ke sumber pembelajaran
yang disediakan (learning management
system) yang dapat diperkaya dan ditingkatkan dengan tersedianya layanan
kepustakaan online (Rofai, 2009).
Sementara dalam kegiatan
belajarnya, mahasiswa akan berinteraksi dengan penyelenggara, pengajar, serta
mendapatkan layanan dukungan dalam hal administrasi dan penggunaan teknologi
KBM online. Tentu saja tersedia fasilitas untuk berinteraksi dengan mahasiswa
lain untuk mendiskusikan materi perkuliahan, baik dengan metode asynchronous maupun synchronous.
Berdasarkan dari berbagai
pembahasan serta hasil survei lapangan diatas, maka penulis merasa sangat perlu
untuk mengantarkan persoalan model komunikasi pembelajaran dengan media sosial
facebook ini keranah umum, sehingganya para PTN/PTS mampu menggunakan, memanfaatkan
kondisi dan media yang ada saat ini dengan baik dan bertanggungjawab dalam
metode atau model pembelajaran mereka yang akan datang, oleh karena itu penulis
disini mengangkat judul: “Model Komunikasi Pembelajaran Melalui Media Sosial
Facebook Dalam Menunjang Proses Belajar-Mengajar”.
1.2
Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah dipaparkan
diatas, maka penulis bisa memberikan suatu perumusan masalahnya, yaitu:
1. Bagaimana
model komunikasi pembelajaran dengan media sosial Facebook?
2. Bagaimana
proses belajar-mengajar dengan menggunakan media sosial Facebook yang bermodel
diskusi online?
3. Bagaimanakah
efektifitas media sosial facebook yang dijadikan sebagai media pembelajaran?
1.3 Tujuan
Penelitian
1. Guna
mengetahui dan menganalisa proses pembelajaran dengan menggunakan media sosial
facebook
2. Mengetahui
serta menganalisa model komunikasi yang digunakan dalam pembelajaran yang
menggunakan media sosial facebook.
3.
Guna mengetahui dan menganalisa keefektifan komunikasi
dalam pembelajaran yang menggunakan media sosial facebook.
1.4 Manfaat
Penelitian
a) Manfaat
Teoritis
1. Memberikan
sumbangsih pengetahuan tentang masalah media sosial terhadap proses
pembelajaran
2. Mampu
memberikan gambaran bagaimana dan apa yang yang digunakan dalam model
komunikasi pembelajaran melalui media sosial facebook
b) Manfaat
Praktis
1.
Mampu memberikan contoh hasil dari keefektifan
atau tidaknya suatu pembelajaran dengan penggunaan media sosial facebook
2.
Akan memudahkan pihak-pihak lain untuk
menggunakan, memanfaatkan metode pembelajaran ini dengan model komunikiasi
pembelajaran jarak jauh lewat media sosial facebook.
BAB II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1
Definisi
Media Sosial
Sosial media merupakan sebuah media
untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang
memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu
(Rustian, 2012).
Rustian (2012), mengelompokkan sosial media menjadi
beberapa bagian, yaitu:
1. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi (Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll)
2. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll)
3. Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll)
4. Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll)
5. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)
6. MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll)
7. Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll)
8. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll)
9. Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll)
10. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll)
1. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi (Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll)
2. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll)
3. Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll)
4. Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll)
5. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)
6. MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll)
7. Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll)
8. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll)
9. Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll)
10. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll)
Sosial media
meghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun
waktu, dengan media sosial ini manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu
sama lain dimanapun mereka bereda dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh
jarak mereka, dan ttidak peduli siang atau pun malam.
Sosial media
memiliki dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya “kecil”
bisa seketika menjadi besar dengan Media sosial, begitupun sebaliknya orang
“besar” dalam sedetik bisa menjadi “kecil” dengan Media sosial.
Apabila kita dapat memnfaatkan media sosial, banyak
sekali manfaat yang kita dapat, sebagai media pemasaran, dagang, mencari koneksi,
memperluas pertemanan, dan lain-lainnya. Tapi apabila kita yang dimanfaatkan
oleh Media sosial baik secara langsung ataupun tidak langsung, tidak sedikit
pula kerugian yang akan di dapat seperti kecanduan, sulit bergaul di dunia nyata,
autis, dll).
Orang yang
pintar dapat memanfaatkan media sosial ini untuk mempermudah hidupnya,
memudahkan dia belajar, mencari kerja, mengirim tugas, mencari informasi,
berbelanja, dan lain-lain.
Media sosial
menambahkan kamus baru dalam pembendaharaan kita yakni selain mengenal dunia
nyata kita juga sekarang mengenal “dunia maya”. Dunia bebas tanpa batasan yang
berisi orang-orang dari dunia nyata. Setiap orang bisa jadi apapun dan siapapun
di dunia maya. Seseorang bisa menjadi sangat berbeda kehidupannya antara
didunia nyata dengan dunia maya, hal ini terlihat terutama dalam jejaring
sosial.
Selain
pendapat dari Rustian, Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai
“Sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun di atas dasar
ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan dan
pertukaran user-generated content”.
Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page
pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan
berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan
Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast,
maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang
tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara
terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan
tak terbatas.
Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut
tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa
dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile
phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan
terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara
maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai
tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan
berita-berita.
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa
memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi,
radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak,
maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses
menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat
sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa
karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit,
menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai
model content lainnya.
Media sosial menurut Rustia (2012), mempunyai ciri-ciri, yaitu sebagai
berikut :
Ø Pesan yang
di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak
orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
Ø Pesan yang
di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
Ø Pesan yang
di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
Ø Penerima
pesan yang menentukan waktu interaksi
2.1.2
Peran Media Sosial
Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang efektif karena dapat
diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa lebih luas. Media
sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran bagi banyak
perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau pelanggan dan
klien. Media sosial sperti blog, facebook, twitter, dab youtube memiliki
sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media konvensional
seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran (Rustian, 2012).
Rustian (2012), berpendapat bahwasanya media sosial
memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain :
ü Kesederhanaan
Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan keterampilan tingkat
tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan media sosial sangat
mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun dapat mengaksesnya, yang
dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.
ü Membangun
Hubungan
Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi untuk berinteraksi
dengan pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan mendapatkan sebuah
feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan pelanggan dengan cepat.
Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat melakukan hal tersebut, media
tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.
ü Jangkauan
Global
Media tradisional dapat menjangkau secara global tetapi tentu saja dengan
biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media sosial, bisnis dapat
mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari lokasi geografis.
Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda untuk setiap
segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan pesan ke lebih
banyak pengguna.
ü Terukur
Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan dapat terukur, sehingga
perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas promosi. Tidak demikian dengan
media konvensional yang membutuhkan waktu yang lama.
2.1.3 Fungsi Media Sosial
Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem komunikasi maka kita
harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem komunikasi seperti
yang ditulis oleh Rustian (2012), yaitu :
1. Administrasi
Pengorganisasian proofil karyawan perusahaan dalam jaringan sosial yang
relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang. Pembentukan pelatihan
kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua karyawan pada penggunaan
media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan integrasi konten
dalam masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk menemukan dimana pasar anda.
2. Mendengarkan
dan Belajar
Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang pasar anda inginkan,
apa yang relevan dengan mereka.
3. Berpikir dan
Perencanaan
Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap didepan pasar dan
begaiman anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi sosial meningkatkan
efisiensi operasional hubungan pasar.
4. Pengukuran
Menetapkan langkah-langkah efektif sangat penting untuk mengukur
apakah metode yang digunakan, isi dibuat dan alat yang anda gunakan efektif
dalam meningkatkan posisi dan hubungan pasar anda.
2.1.4 Facebook sebagai Media Sosial Online
Facebook adalah salah satu situs jejaring sosial di dalam internet yang
memungkinkan pengguna (user) dapat
berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna lain. Dari sisi
penggunaan,facebook sangat berkembang pesat dari tahun ke tahun sejak
diluncurkan pada 2004. Facebook memudahkan orang berkomunikasi dengan orang
lain dengan cara chatting, menulis di Wall, dan mengirim Pesan/Message. Tanpa
disadari, facebook telah menjadi sumber informasi bagi semua orang di seluruh
dunia (Nurkamid, et al, 2010).
Selain itu, facebook dapat juga melepaskan rasa bosan
dikarenakan banyak games-games yang menyenangkan. Hanya dengan mengetik nama
game yang kita inginkan di dalam kotak ‘Search’,
maka dengan segera akan muncul hasilnya. Dibandingkan dengan website yang lain,
Facebook lebih mudah digunakan, lebih cepat, dan lengkap sehingga membuat
Facebook lebih bermanfaat dan lebih banyak diminati oleh orang-orang di seluruh
dunia.
Group pada facebook dimanfaatkan sebagai media untuk
berdiskusi secara online yang dilakukan diluar pertemuan tatap muka dikelas.
Pemanfaatan facebook dalam mata kuliah ini sangat membantu dalam menyelesaikan
masalah yang terjadi berkaitan dengan waktu perkuliahan yang amat terbatas pada
pertemuan tatap muka dikelas. Melalui pemanfaatan facebook ini, dosen pengampu
dapat memberikan pertanyaan, berinteraksi serta berdiskusi kepada mahasiswa
yang tergabung didalam group dan mahasiswa pun juga dapat memberikan respon, jawaban
atau tanggapan terhadap pertanyaan yang diajukan dosen pengampu atau jawaban
dari mahasiswa lain (Albaghir, 2012).
Namun realita yang terjadi tidak seperti yang
diharapkan, ternyata pemanfaatan facebook masih dianggap kurang membantu
perkuliahan karena berbagai macam alasan. Sehingga muncul sebuah opini bahwa
perkuliahan yang dilakukan dengan menggunakan facebook hanya membuang-buang
waktu saja, sangat merepotkan, tidak menyelesaikan masalah, kurang kerjaan,
tidak bermutu dan lain sebagainya.
Pada saat ini, internet merupakan
kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa mengakses dan
menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan mudah. Kebutuhan
internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah pemakai internet setiap
tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri jumlah
pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan yang cukup besar.
Teknologi informasi,khususnya internet telah membuka mata dunia akan sebuah
dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah jaringan bisnis dunia
yang tanpa batas.
Disadari betul bahwa perkembangan
teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi masyarakat,
yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan
kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan/industri maupun
pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi
operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi,
publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan
oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.
Perkembangan teknologi informasi
internet telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia. Dengan
adanya teknologi internet telah merubah gaya hidup masyarakat Indonesia yang
primitif menuju masyarakat modern. dampak positif dari sebuah teknologi
internet di indonesia yanitu dapat memudahkan
pencarian informasi, artikel, lowongan pekerjaan, dan masih banyak
lagi.Tetapi disamping ada sisi positifnya juga tidak terlepas dari sisi
negatif antara lain membuat pengguna
internet menjadi malas.
Peran internet di dalam
pembelajaran orang dewasa bertumbuh karena berkembangnya kecepatan transfer
data, perangkat web authoring, search engine dan bertumbuhnya pengguna komputer
pc di rumah dan semakin mudahnya akses internet. Dari tahun ke tahun semakin
banyak orang yang menggunakan internet untuk berbagai macam keperluan termasuk
di dalamnya penggunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Pada tahun 2005 saja, di
amerika lebih kurang 3.2 juta mahasiswa yang paling tidak mengambil satu mata
kuliah online. Dan dari tahun ke tahun semakin banyak dan bahkan saat ini
pembelajaran online menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran
konvensional. Pengunaan metode asysnchronous yang pada mulanya menjadi mode satu-satunya
berkat teknologi informasi penggunaan metode synchronous menjadi hal yang biasa
(Rovai, 2012).
2.1.5
Sarana Komunikasi
Menurut
Ekosujadi (2011), ada beberapa bentuk komunikasi yang bisa kita lakukan via Internet, antara
lain:
1.
InternetPhone: Fasilitas telepon melalui internet
digunakan untuk menelepon ke mana saja ke seluruh dunia dengan pulsa lokal.
Selain itu, wajah lawan bicara anda bias tampak di layar monitor anda (seperti
fasilitas 3G). Sayang kita masih belum bisa mengaksesnya di Indonesia, karena
masih ada undang-undang hak monopoli komunikasi oleh Telkom.
2.
Berkirim Surat elektronik: Melalui fasilitas email yang
disediakan Internet, kita bisa berkirim surat pada seseorang di
negara bagian manapun, dengan langkah yang sangat mudah dan waktu yang sangat
singkat. Kita hanya butuh mengetikkan surat yang akan kita kirim, lalu Send
pada alamat email yang akan kita tuju. Selain mudah, cepat dan praktis,
fasilitas ini pun gratis.
3.
Chatting: Dengan menggunakan fasilitas chatting,
kita bisa mengobrol dengan siapa saja yang mungkin berada di negara yang sangat
jauh atau sangat dekat dengan kita. Pada fasilitas ini, kita mengobrol bukan
melalui suara, namun melalui tulisan yang kita sampaikan pada lawan bicara
kita. Dengan fasilitas Chatting ini, kita bisa menambah teman dari berbagai
belahan dunia, serta menambah pengetahuan tentang bahasa dan kebiasaan orang
lain.Kita juga bisa melihat wajah lawan bicara bila ada fasilitas tambahan
berupa web cam.
4.
Sarana
melakukan transaksi dagang
Di Internet,
kita dapat menjual atau membeli barang. Saat ini, di internet sudah banyak
Online Shop (toko online). Secara fisik tidak berbentuk toko, tapi menyediakan
situs web sehingga anda dapat memesan barang yang anda inginkan, mengisi
formulir yang disediakan, memilih spesifikasi barang yang anda inginkan, lalu
klik buy. Pembayaran dilakukan melalui internet dengan kartu kredit. Beberapa
hari kemudian, barang pesanan anda dikirim ke rumah.
5.
Tempat
diskusi / sharing
Di internet ada banyak forum diskusi
yang bisa kita ikuti. Kita bisa memberikan komentar atas topik yang sedang
dibicarakan atau membuat topik baru untuk didiskusikan. Dengan fasilitas ini,
kita bisa belajar untuk mengeluarkan pendapat dan bersosialisasi dengan sesama.
6.
Sarana
Pemasangan Iklan baris
Internet bisa
kita jadikan sarana pemasangan iklan baris yang paling efisien. Kita hanya
perlu mengisi formulir yang tersedia, menulis pesan iklan yang kita inginkan,
lalu klik kirim. Sangat mudah karena hanya dalam beberapa detik, iklan tersebut
sudah dimuat di Internet dan bisa dibaca oleh siapapun di seluruh dunia, serta
gratis”.
2.1. 6 Pengertian Metode Mengajar
Metode pengajaran yaitu suatu ilmu pengetahuan tentang motode yang
dipergunakan dalam pekerjaan mendidik. Atau bisa juga yang dimaksud metode
mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang di pergunakan
oleh seorang guru atau instruktur (Malik, 2012).
Metode mengajar yang digunakan untuk menyampaikan informasi berbeda
dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan mahasiswa dalam menguasai
pengetahuan keterampilan, dan sikap ( kognitif, efektif). Didalam penggunaan
metode ada beberapa syarat- syarat sebagai berikut:
1.
Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah belajar mahasiswa.
2.
Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mewujudkan hasil karya.
3.
Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat menjamin perkembangan kegiatan kepribadian siswa.
4.
Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat meransang keinginan siswa untuk dapat belajar lkebih lanjut, untuk
melakukan eksplorasi dan inovasi (pembangunan).
5.
Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar sendiri dan cara memperoleh
penngetahuan melalui usaha pribadi.
6.
Metode mengajar yang dipergunakan
dapat mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas dan menggantinya dengan
pengalaman atau stuasi yang nyatra dan bertujan.
7.
Metode mengajar yang dipergunakan
harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai dan sikap-sikap utama yang
diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik dalam kehidupan sehari- hari.
Salah satu metode pembelajaran adalah metode diskusi. Muhibbin Syah
(2000), mendefinisikan bahwa metode diskusi “Metode mengajar yang sangat erat
hubungannya dengan memecahkan masalah (problem
solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi kelompok (group
discussion) dan resitasi bersama (socialized
recitation)”.
Metode diskusi dapat pula diartikan sebagai siasat “penyampaian” bahan
ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan menemukan alternatif
pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis. Pengajar/dosen,
peserta didik atau kelompok peserta didik memiliki perhatian yang sama terhadap
topik yang dibicarakan dalam diskusi.
2.1.7 Pemanfaatan Media Dan
Sumber Belajar
Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh
terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Dalam suatu proses
komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok yaitu:
1.
Komponen pengirim pesan (dosen)
2.
Komponen penerima pesan (mahasiswa)
dan
3.
Komponen pesan itu sendiri yang
biasanya berupa materi pelajaran.
2.1.8 Konsep Dasar Media
Secara
umum media merupakan kata jamak dari “medium” yang berarti perantara atau
pengantar, kata media berlaku untuk berbagai kegiatan usaha, seperti media
dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik.
Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, akan tetapi
hal-hal lain yang menemukan siswa dapat memperoleh pengetahuan.
Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan, peralatan,
atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh
pengetahuan. Keterampilan dan sikap jadi, dalam pengertian media bukan hanya
alat perantara seperti TV, Radio, slide, bahan cetakan, tetapi meliputi orang
atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan sesama, diskusi,
seminar, karya wisata, simulasi dan sebagainya yang dikondisikan untuk menambah
pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap atau untuk menambah keterampilan.
a.
Pentingnya media pembelajaran
Mengajar dapat di
panjang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar, sedangkan yang
dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perubahan tingkah laku yang
diperoleh melalui pengalaman. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang
diperoleh dari aktivitas sendiri pada situasi yang sebenarnya. Bahwa
pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau
mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati dan mendengarkan
melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa semakin konkrit
siswa mempelajari bahan pengajaran. Contohnya melalui pengalaman langsung maka
semakin banyak pengalaman yang diperoleh siswa semakin abstrak bahasa verbal
maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh siswa.
b.
Fungsi Dan Manfaat Penggunaan
Media Pembelajaran
ü Menangkap suatu objek atau peristiwa – peristiwa tertentu
ü Memanipulasi keadaan, peristiwa, atau objek-objek tertentu
ü Menambah gairah dan motivasi belajar siswa
Penggunaan media dapat
menambah motivasi siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran
dapat lebih meningkat. Dalam kondisi ini media dapat berfungsi :
1.
Menampilkan objek yang terlalu
besar untuk dibawa kedalam kelas
2.
Memperbesar serta memperjelas
objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat oleh mata telanjang, seperti sel-sel
butir, darah/ molekul bakteri dan sebagainya.
3.
Mempercepat gerekan suatu proses
yang terlalu lambat sehingga dapat dilihat dalam waktu yang lebih cepat.
4.
Memperlambat proses gerakan yang
terlalu cepa
5.
Menyederhanakan suatu objek yang
terlalu kompleks
6.
Memperjelas bunyi-bunyian yang
sangat lemah sehingga dapat ditangkap oleh telinga.
2.1.9
Prinsip- prinsip Penggunaan Media
Prinsip
pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan
belajar mengajar adalah bahwa dalam upaya memahami materi pelajaran. Agar
media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa maka ada
sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya:
1.
Media yang digunakan oleh guru
harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pelajaran
2.
Media yang akan di gunakan harus
sesuai dengan materi pembelajaran
3.
Media pembelajaran harus sesuai
dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa
4.
Media yang akan digunakan harus
memperhatikan efektivitas, dan efesien
5.
Media yang digunakan harus sesuai
dengan kemampuan guru dalam mengoperasinya.
2.1.10 Prinsip- prinsip Belajar Jarak Jauh
Secara mendasar sebuah pembelajaran jarak jauh
menurut Simonson (2009), sebagai “Sebuah
kegiatan belajar formal yang berbasis organisasi (institution-based) dimana kelompok kelompok belajr terpisah , dan
dimana interaksi jarak jauh (telecommunication) dipergunakan untuk saling
terhubung antar angggota, dengan pengajar dan juga menghubungkan dengan
sumber-sumber pembelajaran”.
a.
Institutionally
based,
yang merupakan komponen pertama ini membedakan sebuah kegiatan belajar jarak
jauh dengan kegiatan belajar secara mandiri (self
study). Yang dimaksudkan dengan
institusi adalah adanya sebuah organisasi pendidikan yang menawarkan
pembelajaran jarak jauh kepada mahasiswa.
b.
Separation
of teacher and student. Seringkali ditafsirkan bahwa pemisahan ini adalah pemisahan dalam
arti tempat/geografis. Tetapi saat ini pemisahan ini juga berarti pemisahan
dalam arti waktu. Tutor memberikan suatu materi pada suatu waktu sementara
murid mengakses materi tersebut pada waktu yang lain yang memungkinkan
(asynchronous). Selain terpisah secara tempat dan waktu,pemisahan dalam hal
kecerdasan adalah hal yang penting pula. Sebuah proses belajar mengajar adalah
interaksi antara tutor yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan peserta didiknya. Dalam hal ini, tujuan KBM adalah
mengurangi perbedaan kecerdasan tersebut.
c.
Interactive
Telecommunication, sebagai komponen ke-3 dapat berarti asynchronous
ataupun synchronous (dalam waktu yang sama). Interaksi adalah suatu hal yang
penting tetapi harus tetap memperhatikan biaya yang muncul dari penggunaan
telecommunication itu sendiri. Artinya, ketersediaan sarana dan prasarana
komunikasi jarak jauh secara umum dan relevan sudah cukup untuk menunjang KBM
jarak jauh. Pengertian Telecommunication dapat berarti media elektronik,
seperti televisi,telepon, dan juga internet. Tetapi istilah tersebut juga
mencakup pengertian sistem surat menyurat dan sarana-sarana non elektronik lain
yang berguna untuk berinteraksi. Tentu saja semakin hari media elektronik
semakin menjadi penting dan berkembang dalam menunjang interaksi KBM jarak
jauh.
d.
Learning
Experiences,
tentu saja ujung dari komponen-komponen KBM jarak jauh yang lain tidak akan
berguna jika tidak ditunjang dengan sebuah bentuk belajar mengajar (learning experiences) yang sesuai dan
berdaya guna. Pengertian learning experiences di sini adalah jenis/bentuk
materi yang dapat dibagikan dan bagaimana caranya diakses, dapat dimengerti
dengan baik dan benar serta mudah dipergunakan.
Ditinjau dari pendekatan sistem, menurut Alfred P
Rovai, sebuah sistem pembelajaran jarak jauh harus mempunyai lingkungan sebagai
berikut:
Sumber: Yulianto,
(2011)
Sebuah lingkungan KBM online yang ideal sebagaimana
digambarkan pada diagram di atas adalah merupakan sebuah interaksi yang
menempatkan si pembelajar/mahasiswa sebagai pusat dari lingkungan. Di dalam lingkungan belajar jarak jauh
tersebut mahasiswa mempunyai akses ke sumber pembelajaran yang disediakan
(learning management system) yang dapat diperkaya dan ditingkatkan dengan
tersedianya layanan kepustakaan online.
Sementara dalam kegiatan belajarnya, mahasiswa akan
berinteraksi dengan penyelenggara, pengajar, serta mendapatkan layanan dukungan
dalam hal administrasi dan penggunaan teknologi KBM online. Tentu saja tersedia
fasilitas untuk berinteraksi dengan mahasiswa lain untuk mendiskusikan materi
perkuliahan, baik dengan metode
asynchronous maupun synchronous.
2.2
Penelitian
Terdahulu
Untuk lebih memperkuat dan mempertajam penelitian
ini, maka penelitian ini diperkuat dengan data-data penelitian terdahulu yang
dapat dijadikan acuan dab referensi pada poin-poin tertentu guna menunjang
teori dan hasil penelitian ini.
Penelitian terdahulu pertama, yang dilakukan oleh Rizca
Fitriawati Hidayat dengan judul “Pemanfaatan
Jejaring Sosial Facebook sebagai Media Pembelajaran” pada tahun 2012
dengan objek penelitian Deskripsi Opini Mahasiswa Teknologi Pendidikan
UNJ MK KSHP Reguler pada semester 06.
Berdasarkan hasil penelitiannya
dapat disimpulkan bahwa adanya respon positif dari mahasiswa yang mengikuti
kegiatan diskusi melalui media grup facebook. Adapun permasalahan yang terjadi,
yaitu kurangnya kesigapan mahasiswa dalam menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang
dilontarkan, ternyata bukan disebabkan oleh ketidaksetujuan mahasiswa terhadap
pemanfaatan grup facebook sebagai media diskusi MK KSHP. Melainkan karena
beberapa faktor eksternal, diantaranya fasilitas pendukung dan biaya. Walaupun
beberapa mahasiswa yang tergabung dalam grup KHSP Reguler, saat ini sudah
menggunakan smartphone. Namun, beberapa diantaranya masih ada yang
bergantung pada jasa warung internet (warnet) untuk mengakses situs ini.
Masalah tersebut juga terjadi disebabkan kurang seringnya mahasiswa mengakses
situs facebook.
Penelitian terdahulu kedua, adalah “Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Riau Terhadap Penggunaan Facebook” oleh Eko Sujadi pada
tahun 2011 dengan objek Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Riau yang menggunakan media sosial Facebook.
Kehadiran facebook bagi
masyarakat khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR, sedikit banyak
mempengaruhi persepsi, pola pikir dan sikap mahasiswa. Terbukti dari hasil
penelitian di lapangan bahwa fitur-fitur yang disajikan dapat memenuhi
kebutuhan mahasiswa dari segi informasi, hiburan dan sosialisasi. Selain itu
facebook juga bukan lagi dianggap sebagai trend atau gaya hidup tetapi sudah
menjadi kebutuhan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR.
Beberapa faktor yang mempengaruhi
persepsi mahasiwa Ilmu Komunikasi FISIP UR terhadap penggunaan facebook adalah
faktor fungsional yakni kebutuhan mahasiswa akan informasi dan hiburan yang
dikemas lebih menarik serta pengaruh lingkungan kampus dan pergaulan yang
semakin menumbuhkan keinginan untuk menggunakan facebook. Faktor struktural
yang mempengaruhi persepsi mahasiswa seperti berbagai kemudahan yang didapatkan
mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR melalui fitur-fitur yang disajikan facebook
seperti games, wall, obrolan dan lainnya. Intinya facebook mampu mengemas
sebuah sarana yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa secara menarik dan
komplit.
Kemudian penelitian terdahulu ketig, dari Abdul Rochim AlBaghir,
sebagai peneliti “Facebook sebagai
Media Pembelajaran [Opini
Mahasiswa Terhadap Penggunaan Facebook dalam Matakuliah Kapita Selekta Hasil
Penelitian (KSHP)] pada tahun 2012.
Sebagian besar dari mahasiswa
yang mengikuti perkuliahan KSHP memberikan respon dan tanggapan yang positif
berkaitan dengan penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP. Sesusai dengan
saran dan masukan dari mahasiswa yang sudah dibahas diatas, jika penggunaan
facebook dalam perkuliahan KSHP tetap ingin terus dilaksanakan, maka harus
dilakukan penjadwalan yang jelas kapan waktunya mahasiswa harus mengakses dan
berdiskusi bersama pada group KSHP agar mahasiswa yang mengalami kesulitan dan
masalah dapat menyesuaikan dan mengatur jadwal mereka dengan baik.
Semoga facebook, jejaring sosial
serta berbagai macam fasilitas lainnya dapat dimanfaatkan dengan baik terutama
dalam bidang pendidikan, sehingga akan mempermudah serta memberikan keluasan
kepada peserta didik untuk mecari dan mengakses berbagai macam informasi yang
tersedia.
Penelitian terdahulu keempat, oleh Muhammad Nurkamid, dkk
pada tahun 2010 dengan judul “Pemanfaatan
aplikasi jejaring sosial Facebook untuk media pembelajaran”.
Situs jejaring sosial yang
sekarang berkembang salah satunya seperti facebook dapat dimanfaatkan sebagai
e-learning yang merupakan salah satu karakteristik dari generasi teknologi web
2.0, colaborating and sharing. Dengan memanfaatkan beberapa aplikasi yang ada
difacebook, interaktifitas sistem kepada pengguna dapat ditingkatkan.
Penelitian terdahulu kelima, “Pemanfaatan Facebook Untuk Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar Online
Secara Mandiri” oleh Lintang Patria dan Kristianus Yulianto pada tahun
2011.
Sebagai sebuah sistem, Facebook
merupakan sebuah sistem yang sangat handal, mempunyai tata visual yang menarik,
mudah dipergunakan, dan banyak yang menggunakannya. Facebook mempunyai
fitur-fitur yang dapat dipergunakan untuk menunjang KBM jarak jauh. Fitur-fitur
tersebut mencakup :
Fitur untuk menyampaikan materi
dalam berbagai format (text, link, file, rekaman video), fitur untuk
berinteraksi secara asynchronous (message, status & Comment,) dan juga
synchronous (chatting) antara tutor dengan peserta atau antar peserta. Fitur
untuk memberi notifikasi yang terhubung dengan peralatan telephon seluler (mobile devise) dan email tutor dan
peserta.
Sistem merupakan sebuah sistem
media sosial di awan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan bisnis independen.
Sehingga tidak memungkinkan untuk mengkustomisasi ataupun mendapatkan layanan
dukungan khusus untuk penggunaan sebagai sistem KBM jarak jauh. Keberlangsungan
sistem juga tergantung kepada kebijakan pemilik sistem.
Materi tutorial yang mengandung
symbol dan rumus-rumus keilmuwan tidak dapat dibuat dan ditampilkan dengan
benar sehingga sulit dipahami. Tidak dapat dipergunakan untuk memberikan
penilaian hasil evaluasi secara formal (yang berkaitan dengan administrasi
KBM).
Berdasarkan
dari berbagai sumber penelitian terdahulu, yang membedakan penelitian sekarang
dan terdahulu adalah terletak pada judul penelitian, analisis, dan objek
penelitian.
2.3
Kerangka
Pemikiran
Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal dan Group
merupakan salah satu mata kuliah jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Tribhuwana
Tunggadewi Malang yang menggunakan model komunikasi pembelajaran jarak jauh
dengan menggunakan media sosial facebook dalam proses belajar-mengajar (Diskusi
Online).
Berdasarkan
landasan teori serta penelitian terdahulu seperti yang telah diuraikan diatas,
maka diperoleh gambaran untuk penyusunan kerangka pemikiran sebagai berikut:
Gambar
2.3. Kerangka Pemikiran
Model
Komunikasi
|
Proses
Komunikasi
|
Penggunaan Media
|
Pola
Interaksi Belajar-Mengajar
|
Feedback
|
Dengan kerangka
pemikiran seperti pada gambar 2.3 diatas maka akan uraikan bagaimana model
komunikasi pembelajaran melalui media sosial facebook, yang mana dalam model
tersebut terdapat proses komunikasi dari komunikator pada komunikan yang dalam
hal ini menggunakan facebook sebagai medianya. Dari mengetahui model dan proses
komunikasi yang digunakan terhadap media (facebook) tersebut, maka akan muncul
pula pola-pola interaksi dalam belajar mengajar melalui media facebook yang
pada akhirnya diharapkan terjadinya suatu feedback
yang baik dari entitas pengguna media tersebut.
BAB III
METODE
PENELITIAN
3.1 Jenis Penelitian
Penelitian dalam ilmu sosial dan kemanusiaan menurut
Koentjaraningrat (2001, dalam Soriano, 2012) adalah:
“Segala aktifitas yang berdasarkan disiplin ilmu
untuk mengumpulkan, menganalisa dan menafsirkan fakta-fakta secara berhubungan
antara fakta alam, masyarakat, kekuatan, dan rohani manusia guna menemukan
prinsip-prinsip pengetahuan dan metode-metode dalam usaha menanggapi hal-hal
tersebut”.
Penelitian
dengan jenis kualitatif menurut Ndraha (2003), “Merupakan suatu penelitian yang
bertujuan untuk menemukan pengetahuan tentang seluas-luasnya obyek pada satu
masa atau saat tertentu”
Sedangkan
menurut Moleong (2002), menyatakan bahwa penelitian kualitatif akan dapat:
1.
Melukiskan keadaan obyek pada suatu saat
2.
Mengidentifikasi data yang menunjukkan
gejala-gejala daripada suatu peristiwa
3.
Menentukan data yang menunjukkan
hubungan dari suatu realita
4.
Mengumpulkan data yang dapat menunjukkan
suatu gagasan atau ide atau peraturan
Dengan demikian penelitian ini
merupakan jenis penelitian kualitatif, dengan mendeskripsikan temuan yang
diperoleh didalam penelitian untuk mencari pemecahan masalah yang dihadapi.
3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian
Lokasi penelitian ini dilakukan ditempat yang
menjadi sumber penelitian, yaitu di Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang. Penelitian
ini membutuhkan kurang lebih dua bulan, mulai dari tanggal 08 Juni sampai 08 Agustus
2013.
3.3 Fokus Penelitian
Moleong (2000:62), menyebutkan ada dua tujuan dalam
penetapan fokus penelitian, yaitu:
1.
Untuk membatasi studi, sehingga peneliti
dapat membatasi bidang inquiri, dalam hal ini fokus akan membatasi
faktor-faktor apa saja yang akan diteliti
2.
Untuk memenuhi kriteria inklusi-esklusi (inclusion-exclusion criteria) dari
suatu informasi yang diperoleh dilapangan. Artinya melalui penetapan fokus,
peneliti akan dapat mengetahui data mana yang perlu dikumpulkan dan data mana
yang walaupun menarik, tidak perlu dikumpulkan karena tidak relevan.
Dengan demikian fokus penelitian
tersebut sangat perlu untuk diperhatikan dan ditentukan, karena fokus
penelitian tersebut merupakan hal-hal yang menjadi pusat dalam penelitian.
Penentuan fokus penelitian juga bertujuan untuk membatasi studi dan memenuhi
kriteria inklusi-inklusi suatu informasi yang diperoleh di lapangan.
Dalam penelitian ini yang menjadi
fokus penelitian adalah:
1.
Model komunikasi antara dosen dan
mahasiswa
2.
Efektifitas media sebagai alat
pembelajaran dilakukan
3.4 Sumber Data
Sumber-sumber data yang digunakan dalam penelitian
ini antara lain:
1.
Manusia
Dalam hal ini disebabkan karena suatu penelitian
ini didasarkan dari informan-informan, yaitu manusia yang akan memberikan suatu
jawaban terhadap apa yang diteliti.
2.
Peristiwa
Peristiwa itu merupakan semua hal yang terjadi, begitu
juga segala aspek yang mendorong terhadap penelitian ini, semisal suatu prilaku
dari obyek, atau suatu kondisi yang dialami obyek-obyek penelitian kita.
3.
Dokumen
Semua hal yang berkaitan dengan foto, audio,
video, dan arsip tertulis atau lainnya merupakan sebuah dokumen yang akan dapat
mendukung penelitian ini. Sehingga dengan adanya dokumen tersebut maka akan
dapat membantu penelitian ini menjadi lebih riil dan jelas.
3.5 Jenis data
1.
Data Primer
Sumber
data primer menurut Muhadjir (2000), “Asal diperbolehkannya suatu data secara
langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat pada kegiatan penelitian”.
Kemudian Marzuki (2003 dalam Soriano, 2012), mengatakan bahwa “Data primer
merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati dan dicatat
untuk pertamakalinya sumber data ini langsung diperoleh dari obyeknya”.
2.
Data Sekunder
Menurut Marzuki (2003 dalam
Soriano, 2012), mengatakan bahwa data sekunder “Data yang bukan diusahakan
sendiri pengumpulannya oleh peneliti, misalnya dari biro statistik, majalah,
keterangan-keterangan atau publikasi lainnya”.
Jadi, data sekunder tersebut
bukanlah data pertama atau data yang diperoleh langsung oleh peneliti pada
obyeknya, melainkan merupakan data dari tangan kedua, ketiga dan seterusnya.
Artinya melewati satu atau lebih dua pihak yang bukan peneliti sendiri. dalam
penelitian ini data sekunder tersebut bisa didapat dengan dokumentasi dari
proses pembelajaran yang melalui facebook.
3.6 Metode Pengumpulam Data
1.
Wawancara
Menurut Sukaryana (1992 dalam Suriano, 2012),
mengatakan bahwa wawancara merupakan:
“Mengkonstruksikan
mengenai orang, kejadian, kegiatan organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan,
kepedulian dan lain-lain kebulatan. Mengkonstruksi kebulatan-kebulatan demikian
sebagai pengalaman masalalu, memproyeksi kebulatan sebagai yang telah
diharapkan untuk dialami pada masa yang akan datang. Memverifikasikan, mengubah
dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain, dan memverifikasi,
mengubah serta memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti”.
Metode wawancara merupakan cara
memperoleh data melalui tanya-jawab secara langsung dengan informan atau sumber
data. Dalam sebuah penelitian informasi diperoleh dan dilakukan melalui
wawancara terhadap obyek yang bersangkutan, yaitu para mahasiswa dan dosen
pengampu mata kuliah komunikasi lintas budaya.
2.
Dokumentasi
Dokumen sebagai sumber data dapat dimanfaatkan untuk
menguji, menafsirkan serta membandingkan dengan hasil wawancara. Menurut Hadari
(1995 dalam Suriano, 2012), menyatakan bahwa:
“Melalui teknik ini data dikumpulkan dengan jalan
mengadakan pengamatan dan pencatatan, seperti struktur organisasi, jurnal,
kebijaksanaan dan peraturan yang dapat dipergunakan dalam menetapkan berbagai
hal berhubungan dengan kebijaksanaan yang dibuat dan mempunyai hubungan erat
dengan masalah dan tujuan dari penelitian”.
Dokumen
yang dibutuhkan dalam suatu penguatan penelitian bisa berupa arsip, dalam
penelitian ini bisa dengan arsip diskusi online di facebook, data mahasiswa
yang ikut serta dalam diskusi online, serta dokumen lain yang dapat mendukung
dan relevan dengan penelitian ini.
3.7 Keabsahan Data
Untuk mengetahui derajat kebenaran hasil penelitian
perlu ditetapkan keabsahan datanya. Setiap penelitian kualitatif memerlukan
standar untuk melihat derajat kepercayaan atau kebenaran hasil penelitian,
sehingga data yang dikumpulkan dapat dipertanggungjawabkan. Keabsahan data
penelitian kualitatif ditentukan melalui pemeriksaan tertentu. Pelaksanaan
pemeriksaan ini didasarkan beberapa kriteria (Moleong, 2000), antara lain:
1.
Derajat kepercayaan (Credibility)
Berfungsi untuk melaksanakan inquiry (penyidikan) sedemikian rupa sehingga tingkat kepercayaan
penemuannya dapat dicapai dan menunjukkan derajat kepercayaan hasil-hasil
penemuan dengan jalan pembuktian oleh peneliti pada kenyataan ganda yang sedang
diteliti. Derajat kepercayaan dapat dicapai lewat ketekunan, pengamatan,
perpanjangan partisipasi, melakukan trianggulasi, memperbanyak referensi dan
mengkaji kasus negatif.
2.
Keteralihan (Tranferability)
Merupakan validitas eksternal yang didasarkan pada
konteks empiris setting penelitian, yaitu tentang emic yang diterima peneliti ethic
yang merupakan hasil interprestasi peneliti. Derajat keteralihan dapat dicapai
melalui uraian yang cermat, rinci, tebal atau mendalam serta adanya kesamaan
konteks antara pengirim dan penerima.
3.
Ketergantungan (Dependability)
Dilakukan untuk memeriksa akurasi pengumpulan data
analisis data. Agar derajat reliabilitas dapat tercapai maka diperlukan audit
atau pemeriksaan yang cermat terhadap seluruh komponen dan proses penelitian
serta hasil penelitian.
4.
Kepastian (Confirmability)
Objektivitas yang berdasarkan pada emic dan ethic sebagai tradisi
penelitian kualitatif. Derajat ini juga dapat dicapai melalui audit atau
pemeriksaan yang cermat terhadap seluruh komponen dan proses penelitian serta
hasil penelitian.
Dalam
rangka mengklarifikasi kesahihan dan kemutakhiran data untuk menunjang
keabsahan data, maka penelitian ini membutuhkan nara sumber sebagaimana yang
telah disebutkan. Karena fungsi nara sumber tersebut adalah sebagai pemberi
penjelasan dan klarifikasi atas peristiwa yang pernah diketahui atau dialami
sesuai dengan perannya.
Selain itu menurut Sutopo (n.d. dalam Aminulloh,
2013), “Ada metode Triangulasi yang biasa digunakan dalam berbagai penelitian,
yaitu Triangulasi sumber/data, metode, peneliti, dan teori”. Maka atas dasar konsep penelitian tersebut penelitiaan
ini juga menggunakan berbagai sumber guna mendapatkan banyaknya informasi yang
dapat mendukung penelitian ini tepatnya sasarannya adalah manusia yang ikut
serta dalam aktifitas yang diteliti, metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara dan dokumen guna
melengkapi data, serta perbandingan dari berbagai macam teori-teori sehingga
dapat dan mampu memberikan suatu kesimpulan atas perbedaan hasil penelitian
yang sekarang dengan teori-teori dahulu yang digunakan. Keabsahan
data juga didukung dari dokumen-dokumen (data sekunder) yang telah dikumpulkan
baik berupa literatur, karya ilmiah, jurnal maupun peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku. Dengan adanya nara sumber dan dokumen tersebut
maka keabsahan data akan semakin dapat dipertanggungjawabkan.
3.8 Teknik Sampling
Dalam penelitian ini menggunakan dua teknik
Sampling, yaitu: Proposive Sampling (sampling bertujuan). Dengan
menggunakan proposive sampling penelitian ini akan menggunakan informan
yang berkarakteristik, artinya informan yang diperlukan itu adalah beberapa
orang yang memang bergelut dengan hal yang mau dijadikan obyek penelitian,
seperti mahasiswa komunikasi yang memang mengikuti matakuliah komunikasi lintas
budaya dan yang mengikuti kelas diskusi online, juga dosen pengampu matakuliah
komunikasi lintas budaya itu sendiri.
Selain itu, perlu diketahui
bahwasanya teknik proposive sampling tersebut menggunakan target
informan yang akan menjadi sumber data/diwawancarai, sehingga pada suatu
praktik dilapangan akan menjadi kemungkinan penelitian ini juga diikuti atau
diiringi dengan teknik yang selanjutnya yaitu: teknik Snowball Sampling.
Karena dengan teknik ini penelitian ini bisa mendapatkan informan yang berantai
yang kemunkinan akan dapat memberikan informasi yang lebih banyak juga lebih
lengkap, dengan teknik ini pula penelitian ini bisa mengembangkan
informasi-informasi yang awalnya kurang jelas menjadi lebih jelas dan rinci
dengan adanya banyak informan yang memberikan informasi. Akan tetapi tidak
menutup kemungkinan bagi informasi yang kurang relevan atau kurang dibutuhkan
bisa dibiarkan. Sedang pencarian informasi ini akan tetap berjalan sehingga
pada informan yang terakhir, maka dari sanalah akan ditemukan berbagai
informasi tentang apa yang diteliti.
3.9 Teknik
Analisa
Ada banyak macam teknik penelitian yang
digunakan oleh penelitian-penelian terdahulu, namun untuk penelitian ini
menggunakan teknik analisa yang dikemukakan oleh Miles dan Huberman (n.d. dalam
Aminulloh, 2013), bahwa “Teknik ini terdiri dari tiga komponen yaitu reduksi
data (data reduction), sajian data (data display), dan penarkan
simpulan/verifikasi (drawing and verifying conclusions).
Yang dimaksud dari reduksi
data tersebut bukan lantas sembarang dalam membuang suatu data yang tidak
diperlukan, akan tetapi hal tersebut merupakan suatu upaya/usaha yang dihasilkan
dari dilakukannya sebuah analisa data. Penyajian data yang dimaksud disini
adalah melibatkan langkah-langkah penyusunan atau pengorganisasian data, yakni
menyeiringkan atau menyambungkan data yang satu terhadap data yang lain sehingga
perolehan dari data-data yang dianalisis mampu menjadi satu kesatuan yang akan
menciptakan satu frame dari hasil penelitian tersebut . Sedangkan pada
tahap penarikan/validasi kesimpulan, penelitian ini menggunakan atau
memanfaatkan sebuah prinsip induktif (suatu prinsip yang bermula dari hal-hal yang
khusus ke umum) dengan menggunakan berbagai pertimbangan untuk mencapai
pemvalidasian data dengan banyaknya data yang telah diproses dalam penyajian
data (data display).
DAFTAR PUSTAKA
AlBaghir, R, A, 2012, Facebook sebagai Media Pembelajaran. [Online]
Available at:
(Accessed
14 May 2013)
Aminulloh, A., 2013, keabsahan data, teknik analisis, &
teknik sampling,
AIK6345 Metode penelitian komunikasi 2. Univ. Tribhuwana Tunggadewi Malang,
Unpublished.
Hidayat, R, F, 2012, Pemanfaatan Jejaring Sosial Facebook sebagai Media
Pembelajaran.
[Online] Available at:
(Accessed
15 May 2013)
Moleong, L J., 2006, Metode penelitian kualitatif. Bandung: Rosdakarya.
Nurkamid, M., et al, 2010, Pemanfaatan aplikasi jejaring sosial Facebook untuk
media
pembelajaran.
Universitas Muria Kudus. Unpublished.
Primasti, D, 2012, dalam penyampaian presentasi
matakuliah Interpersonal dan
Group. Universitas Tribhuwana
Tunggadewi Malang. Unpublished.
Rovai, Alfred P, 2008, Distance Learning in Higher Education : a Programmatic
Approach to Planning, Design,
Instruction, Evaluation, and Accreditation. New York:
Teacher College Press.
Simoson, Michael, 2009, Teaching and Learning at Distance, Foundation of
Distance
Education, Pearson. USA.
Soriano, P D S., 2012. Peranan komunikasi interpersonil dalam meningkatkan
kinerja
karyawan radio RRI. Malang: Unpubhlised.
Sujadi, E, 2011, Persepsi
Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Riau Terhadap
Penggunaan Facebook. [Online] Available at:
(Accessed
15 May 2013)