Sore, Dalam Penantianku
Sore itu, akupun datangkan setangkai puisi untukmu lewat tiupan senja
Aku menunggumu diatas loteng yang biasa menjadi tempat kita memadukan cinta
Bersama persaksian burung-burung dan lembutnya awan yang bersahaja
Namun, hanya desiran angin dahsyat dan tetesan air langit yang ku punya
Dan kau tak kunjung datang
Meski sekedar layangkan sapa pada penantian panjang ini
Padahal ada satu hal yang ingin aku bicarakan padamu Sa,
Tentang sejatinya kata yang pernah terlontar sekaligus peralatan kata yang jua ingin aku sampaikan
Karena aku tak ingin kau tahu dengan acting takjubmu yang berlebihan itu
Bahwa kau dan aku pun ternyata harus mengakhiri rangkaian bahasa cinta ini
Kemarilah, masih ada waktu untukmu mendengarkan semua ini
Mendengar kata yang akan kusabdakan dari lubuk hatiku Sa,
Agar tak tersisa sakit ataupun penghianatan atas cinta ini
Karena ini bukan mauku
Tapi mreka,
Yang tak begitu paham bagaimana kuatnya hati mengikatmu
Marilah ke sini, hadirilah loteng indah ini sebagai persaksian terakhir tentang kita
Dan mari kita sampaikan pada loteng ini bahwa tak aka nada kita lagi untuk esok
Dan semuanya setelah ini akan usai, berakhir jelas takkan ada lagi cerita yang perlu dituliskan
Sa, kemarilah,… aku menunggumu
Datangi loteng ini
Biarlah hujan ada, jangan kau ragu untuk temui aku
Agar semua jelas dan tak ada sesal hati Sa, kemarilah…
0 comments:
Post a Comment