BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Jejaring
sosial (Social networking) menjadi
fenomena yang cukup menarik untuk diteliti, karena dengan seiiring
perkembangannya segala macam aktifitas dan kegiatan dapat diterapkan, salah
satunya sebagai media pendidikan. Social
networking memiliki pengertian, pranata
sosial yang terdiri dari beberapa elemen baik individu maupun organisasi.
Jejaring ini merupakan suatu jalan dimana setiap individu maupun organisai
berhubungan baik kesamaan hobi dan sosial, jejaring sosial ini diperkenalkan
oleh Prof. Barnes pada tahun 1954.
Menurut Barnes (1954), jejaring sosial “Suatu
struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu
atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik
seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan”.
Jejaring sosial yang banyak bermunculan yang dapat
ditemui diantaranya friendster, twitter, facebook, myspace, ebudy. Penelitian
tentang standar yang berfokus pada pembelajaran e-learning, salah satunya
pemanfaatannya melalui jajaring social facebook telah banyak dilakukan. Dengan
menggunakan konsep e-learning sebagai infrastruktur pembelajaran berbasis
content, dimungkinkan materi yang disajikan dapat disesuaikan (flexibelity) dengan kebutuhan pengguna
(Permana, 2005), sedangkan Hambali (2008), mengemukakan istilah e-learning sama
dengan komunikasi dalam suatu lingkungan, dimana komunikasi merupakan salah
satu hal paling penting. Dengan perkembangan teknologi informasi yang semakin
pesat, komunikasi dapat dilakukan berbagai berbagai cara, salah satunya yang
sekarang berkembang adalah melalui situs jejaring sosial facebook.
Facebook merupakan salah satu situs jejaring sosial
dengan jumlah pengguna terbesar di dunia. Didirikan pada Februari 2004 oleh
seorang mahasiswa Harvard beserta beberapa temannya. Pada bulan Februari 2009,
dilaporkan bahwa Facebook menempati urutan pertama dalam jumlah penggunaannya,
yaitu sekitar 1 milyar lebih pengguna dalam satu bulan (Kazeniac 2009).
E-learning
merupakan sebuah proses pembelajaran yang berbasis elektronik. Salah satu media
yang digunakan adalah jaringan komputer. Dengan dikembangkannya dijaringan
komputer memungkinkan untuk dikembangkan dalam bentuk berbasis web, sehingga
kemudian dikembangkan ke jaringan komputer yang lebih luas yaitu internet,
inilah makanya sistem e-learning dengan menggunakan internet disebut juga
internet enabled learning (Hidayat,
2009).
Penyajian e-learning
berbasis web ini bisa menjadi lebih interaktif. Informasi-informasai
perkuliahan juga dapat disajikan secara up-todate dan real-time. Begitu pula
dengan komunikasinya, meskipun tidak dapat secara langsung tatap muka, tetapi
forum diskusi perkuliahan dapat dilakukan secara online sehingga pembelajaran
yang tidak terbatas dengan tempat dan waktu (time and place flexibelity)
benar-benar terjadi. Sistem e-learning ini tidak memiliki batasan akses, inilah
yang dimungkinkan perkuliahan bisa dilakukan lebih banyak waktu (Nugraho,
2007).
Sistem e-learning seiring perkembangan tenologi
khususnya teknologi informasi terus dikembangkan sejumlah orang, bahkan
beberapa pakar atau sebagian ahli sependapat dengan adanya e-learning seperti
sekarang yang banyak bermunculan, dapat juga dikatakan sebagai ciri dari
generasi teknologi web sekarang yang merupakan bagian dari karakteristik dari
web 2.0.
Web 2.0 lebih menonjolkan ide kolaborasi dan berbagi
informasi (collaborating and sharing),
yang tidak dimiliki generasi web sebelumnya seperti web 1.0 dengan tampilan
yang statis. Karakteristik kolaborasi dan berbagi informasi inilah yang
sekarang melekat dan banyak dimiliki beberapa situs jejaring sosial seperti
ebudy, twitter, facebook, myspace dan jejaring sosial yang lainya.
Upaya peningkatan kualitas sumber
daya manusia tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan kualitas pendidikan
yang sekarang ini sedang menjadi sorotan dan harapan banyak orang di Indonesia.
Wujud dari proses pendidikan yang paling riil terjadi di lapangan dan
bersentuhan langsung dengan sasaran adalah berupa kegiatan belajar mengajar
pada tingkat satuan pendidikan. Kualitas kegiatan belajar mengajar atau sering
disebut dengan proses pembelajaran tentu saja akan berpengaruh terhadap mutu
pendidikan yang output-nya berupa sumber daya manusia.
Kegiatan
pembelajaran merupakan proses transformasi pesan edukatif berupa materi belajar
dari sumber belajar kepada pembelajar. Dalam pembelajaran terjadi proses
komunikasi untuk menyampaikan pesan dari pendidik kepada peserta didik dengan
tujuan agar pesan dapat diterima dengan baik dan berpengaruh terhadap pemahaman
serta perubahan tingkah laku. Dengan demikian keberhasilan kegiatan
pembelajaran sangat tergantung kepada efektifitas proses komunikasi yang
terjadi dalam pembelajaran tersebut.
Disamping
kita membicarakan masalah bagaimana pembelajaran menggunakan media, disini pula
kita membahas bagaimana media tersebut berperan. Dalam kehidupan bermasyarakat
terdapat ciri utama yakni adanya hubungan diantara anggotanya. Hubungan itu
berlangsung sedemikian rupa, sehingga terjadi proses saling mempengaruhi.
Dengan kata lain antara anggota kelompok terdapat
hubungan yang disebut komunikasi interaksi. Melalui berbagai bentuk komunikasi
maka kelompok-kelompok masyarakat melakukan banyak kegiatan atau tingkah laku
sosial sehingga tercapai tujuan-tujuan bersama.
Bentuk
komunikasi itu berlaku di dalam semua bentuk hubungan sosial, baik di kampus maupun
di dalam pergaulan masyarakat yang lebih luas dan di dalam bentuk-bentuk
masyarakat dengan struktur dan fungsinya masing-masing. Di kampus
berlangsung
hubungan komunikasi interaksi antara para mahasiswa dan pengajar
atau dosen.
Untuk
mencapai maksud dan tujuannya, bentuk-bentuk organisasi masyarakat itu, perlu
peningkatan efisiensi dan efektivitasnya. Peningkatan efisiensi dan efektivitas
tersebut sebagian bergantung kepada faktor penunjang, yakni sarana dan
prasarana. Dengan perkataan lain, hubungan komunikasi interaksi itu akan
berjalan dengan lancar dan mendapat hasil yang maksimal. Apabila organisasi itu
berjalan dan menggunakan alat bantu, alat bantu itulah yang disebut dengan
media.
Bertitik
tolak dari alat bantu (media) itu dapat dipahami bahwa, media dalam hubungannya
dengan komunikasi interaksi suatu organisasi sangat menentukan. Namun yang
masih perlu kejelasan adalah, apa yang dimaksud dengan media.
Sedangkan Assosiasi
Teknologi dan Komunikasi (Association of
Education and Communication Technology/ AECT) di Amerika memberi batasan
yaitu: Media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk
menyalurkan pesan/ informasi.
Pembelajaran
merupakan suatu proses komunikasi. Komunikasi adalah proses pengiriman
informasi dari satu pihak kepada pihak lain untuk tujuan tertentu. Komunikasi
dikatakan efektif apabila komunikasi yang
terjadi menimbulkan arus informasi dua arah, yaitu dengan munculnya feedback dari pihak penerima pesan.
Kualitas
pembelajaran dipengaruhi oleh efektif tidaknya komunikasi yang terjadi di
dalamnya. Komunikasi efektif dalam pembelajaran merupakan proses
transformasi pesan berupa ilmu pengetahuan dan teknologi dari pendidik kepada
peserta didik, dimana peserta didik mampu memahami maksud pesan sesuai dengan
tujuan yang telah ditentukan, sehingga menambah wawasan ilmu pengetahuan dan
teknologi serta menimbulkan perubahan tingkah laku menjadi lebih baik. Pengajar/dosen
merupakan pihak yang paling bertanggungjawab terhadap berlangsungnya komunikasi
yang efektif dalam pembelajaran, sehingga dosen sebagai pengajar dituntut
memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik agar menghasilkan proses
pembelajaran yang efektif.
Universitas Tribhuwana
Tunggadewi Jurusan Ilmu Komunikasi pada Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal
dan Group sudah menerapkan sistem
belajar jarak jauh berupa diskusi online, dengan berbagai pertimbangan
bahwasanya Kegiatan Belajar dan Mengajar tidak hanya dilakukan secara tatap
muka (face to face), melainkan juga
dengan menggunakan media, baik media cetak (modul), non cetak (audio/video),
siaran radio, televisi dan saluran terbaru yang tersedia yaitu berupa layanan
tutorial berbasis internet. Dengan metode ini para peserta KBM dapat secara
mandiri mengatur kesesuaian waktu dan tempat dalam mempelajari materi. Melihat
semakin tersebarnya mahasiswa serta semakin berkembangnya teknologi informasi
yang disertai semakin mudahnya akses dan
biaya memanfaatkan teknologi informasi, khususnya internet, maka tutorial
online menjadi pilihan sarana KBM yang dapat diandalkan di masa-masa saat ini.
Selain dengan alasan tersebut KBM dengan model diskusi online ini juga memiliki
visi guna memberikan ruangan lebih luas pada peserta didik/mahasiswa yang malu
bertanya, berbicara, berwacana dikelas untuk tampil di diskusi online facebook
(Primasti, 2013).
Memperhatikan data-data
diatas, tentu mudah untuk dipahami
jika ke depannya harus
dikembangkan sebuah KBM khususnya tutorial online berbasis internet yang mudah
dipergunakan dan dapat diakses melalui ponsel. Salah satu pilihan yang tersedia
adalah memanfaatkan sistem media sosial berbasis internet yang banyak dipergunakan saat ini.
Salah satu media sosial yang cukup populer di dunia adalah Facebook. Sesuai
data statistic yang dikeluarkan oleh facebook saat ini terdapat 750 juta
pengguna yang tersebar di seluruh dunia dan secara aktif mengakses server facebook.
Ditinjau dari
pendekatan sistem sebuah sistem pembelajaran jarak jauh harus mempunyai lingkungan
sebagai berikut: Sebuah lingkungan KBM online yang ideal merupakan sebuah
interaksi yang menempatkan si pembelajar/mahasiswa sebagai pusat dari
lingkungan. Di dalam lingkungan belajar jarak jauh tersebut mahasiswa mempunyai
akses ke sumber pembelajaran yang disediakan (learning management system) yang dapat diperkaya dan ditingkatkan
dengan tersedianya layanan kepustakaan online (Rofai, 2009).
Sementara dalam
kegiatan belajarnya, mahasiswa akan berinteraksi dengan penyelenggara,
pengajar, serta mendapatkan layanan dukungan dalam hal administrasi dan
penggunaan teknologi KBM online. Tentu saja tersedia fasilitas untuk
berinteraksi dengan mahasiswa lain untuk mendiskusikan materi perkuliahan, baik
dengan metode asynchronous maupun synchronous.
Berdasarkan dari
berbagai pembahasan serta hasil survei lapangan diatas, maka penulis merasa
sangat perlu untuk mengantarkan persoalan model komunikasi pembelajaran dengan
media sosial facebook ini keranah umum, sehingganya para PTN/PTS mampu
menggunakan, memanfaatkan kondisi dan media yang ada saat ini dengan baik dan
bertanggungjawab dalam metode atau model pembelajaran mereka yang akan datang,
oleh karena itu penulis disini mengangkat judul: “Model
Komunikasi Pembelajaran Melalui Media Sosial Facebook Dalam Menunjang Proses
Belajar-Mengajar”.
1.2
Perumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakang yang telah
dipaparkan diatas, maka penulis bisa memberikan suatu perumusan masalahnya,
yaitu:
1. Bagaimana
model komunikasi pembelajaran dengan media sosial Facebook?
2. Bagaimana
proses belajar-mengajar dengan menggunakan media sosial Facebook yang bermodel
diskusi online?
3. Bagaimanakah
efektifitas media sosial facebook yang dijadikan sebagai media pembelajaran?
1.3 Tujuan
Penelitian
1. Guna
mengetahui dan menganalisa proses pembelajaran dengan menggunakan media sosial
facebook
2. Mengetahui
serta menganalisa model komunikasi yang digunakan dalam pembelajaran yang
menggunakan media sosial facebook.
3.
Guna mengetahui dan menganalisa keefektifan komunikasi
dalam pembelajaran yang menggunakan media sosial facebook.
1.4 Manfaat
Penelitian
a) Manfaat
Teoritis
1. Memberikan
sumbangsih pengetahuan tentang masalah media sosial terhadap proses
pembelajaran
2. Mampu
memberikan gambaran bagaimana dan apa yang yang digunakan dalam model
komunikasi pembelajaran melalui media sosial facebook
b) Manfaat
Praktis
1.
Mampu memberikan contoh hasil dari keefektifan
atau tidaknya suatu pembelajaran dengan penggunaan media sosial facebook
2.
Akan memudahkan pihak-pihak lain untuk
menggunakan, memanfaatkan metode pembelajaran ini dengan model komunikiasi
pembelajaran jarak jauh lewat media sosial facebook.
BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.1.1
Definisi
Media Sosial
Sosial media merupakan sebuah media
untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang
memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu
(Rustian, 2012).
Rustian (2012), mengelompokkan sosial media menjadi
beberapa bagian, yaitu:
1. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi (Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll)
2. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll)
3. Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll)
4. Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll)
5. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)
6. MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll)
7. Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll)
8. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll)
9. Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll)
10. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll)
1. Social Networks, media sosial untuk bersosialisasi dan berinteraksi (Facebook, myspace, hi5, Linked in, bebo, dll)
2. Discuss, media sosial yang memfasilitasi sekelompok orang untuk melakukan obrolan dan diskusi (google talk, yahoo! M, skype, phorum, dll)
3. Share, media sosial yang memfasilitasi kita untuk saling berbagi file, video, music, dll (youtube, slideshare, feedback, flickr, crowdstorm, dll)
4. Publish, (wordpredss, wikipedia, blog, wikia, digg, dll)
5. Social game, media sosial berupa game yang dapat dilakukan atau dimainkan bersama-sama (koongregate, doof, pogo, cafe.com, dll)
6. MMO (kartrider, warcraft, neopets, conan, dll)
7. Virtual worlds (habbo, imvu, starday, dll)
8. Livecast (y! Live, blog tv, justin tv, listream tv, livecastr, dll)
9. Livestream (socializr, froendsfreed, socialthings!, dll)
10. Micro blog (twitter, plurk, pownce, twirxr, plazes, tweetpeek, dll)
Sosial media
meghapus batasan-batasan manusia untuk bersosialisasi, batasan ruang maupun
waktu, dengan media sosial ini manusia dimungkinkan untuk berkomunikasi satu
sama lain dimanapun mereka bereda dan kapanpun, tidak peduli seberapa jauh
jarak mereka, dan ttidak peduli siang atau pun malam.
Sosial media
memiliki dampak besar pada kehidupan kita saat ini. Seseorang yang asalnya
“kecil” bisa seketika menjadi besar dengan Media sosial, begitupun sebaliknya
orang “besar” dalam sedetik bisa menjadi “kecil” dengan Media sosial.
Apabila kita dapat memnfaatkan media
sosial, banyak sekali manfaat yang kita dapat, sebagai media pemasaran, dagang,
mencari koneksi, memperluas pertemanan, dan lain-lainnya. Tapi apabila kita
yang dimanfaatkan oleh Media sosial baik secara langsung ataupun tidak
langsung, tidak sedikit pula kerugian yang akan di dapat seperti kecanduan,
sulit bergaul di dunia nyata, autis, dll).
Orang yang
pintar dapat memanfaatkan media sosial ini untuk mempermudah hidupnya,
memudahkan dia belajar, mencari kerja, mengirim tugas, mencari informasi,
berbelanja, dan lain-lain.
Media sosial
menambahkan kamus baru dalam pembendaharaan kita yakni selain mengenal dunia
nyata kita juga sekarang mengenal “dunia maya”. Dunia bebas tanpa batasan yang
berisi orang-orang dari dunia nyata. Setiap orang bisa jadi apapun dan siapapun
di dunia maya. Seseorang bisa menjadi sangat berbeda kehidupannya antara
didunia nyata dengan dunia maya, hal ini terlihat terutama dalam jejaring
sosial.
Selain
pendapat dari Rustian, Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan
media sosial sebagai “Sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang membangun
di atas dasar ideologi dan teknologi Web 2.0 , dan yang memungkinkan penciptaan
dan pertukaran user-generated content”.
Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page
pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan
berkomunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Myspace, dan
Twitter. Jika media tradisional menggunakan media cetak dan media broadcast,
maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang
tertarik untuk berpertisipasi dengan memberi kontribusi dan feedback secara
terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan
tak terbatas.
Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut
tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa
dilakukan dimana saja dan kapan saja hanya dengan menggunakan sebuah mobile
phone. Demikian cepatnya orang bisa mengakses media sosial mengakibatkan
terjadinya fenomena besar terhadap arus informasi tidak hanya di negara-negara
maju, tetapi juga di Indonesia. Karena kecepatannya media sosial juga mulai
tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan
berita-berita.
Pesatnya perkembangan media sosial kini dikarenakan semua orang seperti bisa
memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi,
radio, atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak,
maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial bisa mengakses
menggunakan social media dengan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat
sekalipun, tanpa biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa
karyawan. Kita sebagai pengguna social media dengan bebas bisa mengedit,
menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai
model content lainnya.
Media sosial menurut Rustia (2012), mempunyai
ciri-ciri, yaitu sebagai berikut :
Ø Pesan yang
di sampaikan tidak hanya untuk satu orang saja namun bisa keberbagai banyak
orang contohnya pesan melalui SMS ataupun internet
Ø Pesan yang
di sampaikan bebas, tanpa harus melalui suatu Gatekeeper
Ø Pesan yang
di sampaikan cenderung lebih cepat di banding media lainnya
Ø Penerima
pesan yang menentukan waktu interaksi
2.1.2 Peran Media Sosial
Media sosial merupakan alat promosi bisnis yang
efektif karena dapat diakses oleh siapa saja, sehingga jaringan promosi bisa
lebih luas. Media sosial menjadi bagian yang sangat diperlukan oleh pemasaran
bagi banyak perusahaan dan merupakan salah satu cara terbaik untuk menjangkau
pelanggan dan klien. Media sosial sperti blog, facebook, twitter, dab youtube
memiliki sejumlah manfaat bagi perusahaan dan lebih cepat dari media
konvensional seperti media cetak dan iklan TV, brosur dan selebaran (Rustian,
2012).
Rustian (2012), berpendapat bahwasanya media sosial
memiliki kelebihan dibandingkan dengan media konvensional, antara lain :
ü Kesederhanaan
Dalam sebuah produksi media konvensional dibutuhkan
keterampilan tingkat tinggi dan keterampilan marketing yang unggul. Sedangkan
media sosial sangat mudah digunakan, bahkan untuk orang tanpa dasar TI pun
dapat mengaksesnya, yang dibutuhkan hanyalah komputer dan koneksi internet.
ü Membangun
Hubungan
Sosial media menawarkan kesempatan tak tertandingi
untuk berinteraksi dengan pelanggan dan membangun hubungan. Perusahaan
mendapatkan sebuah feedback langsung, ide, pengujian dan mengelola layanan
pelanggan dengan cepat. Tidak dengan media tradisional yang tidak dapat
melakukan hal tersebut, media tradisional hanya melakukan komunikasi satu arah.
ü Jangkauan
Global
Media tradisional dapat menjangkau secara global
tetapi tentu saja dengan biaya sangat mahal dan memakan waktu. Melalui media
sosial, bisnis dapat mengkomunikasikan informasi dalam sekejap, terlepas dari
lokasi geografis. Media sosial juga memungkinkan untuk menyesuaikan konten anda
untuk setiap segmen pasar dan memberikan kesempatan bisnis untuk mengirimkan
pesan ke lebih banyak pengguna.
ü Terukur
Dengan sistemtracking yang mudah, pengiriman pesan
dapat terukur, sehingga perusahaan langsung dapat mengetahui efektifitas
promosi. Tidak demikian dengan media konvensional yang membutuhkan waktu yang
lama.
2.1.3 Fungsi Media Sosial
Ketika kita mendefinisikan media sosial sebagai sistem
komunikasi maka kita harus mendefinisikan fungsi-fungsi terkait dengan sistem
komunikasi seperti yang ditulis oleh Rustian (2012), yaitu :
1. Administrasi
Pengorganisasian proofil karyawan perusahaan dalam
jaringan sosial yang relevan dan relatif dimana posisi pasar anda sekarang.
Pembentukan pelatihan kebijakan media sosial, dan pendidikan untuk semua
karyawan pada penggunaan media sosial. Pembentukan sebuah blog organisasi dan
integrasi konten dalam masyarakat yang relevan. Riset pasatr untuk
menemukan dimana pasar anda.
2. Mendengarkan
dan Belajar
Pembuatan sistem pemantauan untuk mendengar apa yang
pasar anda inginkan, apa yang relevan dengan mereka.
3. Berpikir dan
Perencanaan
Dengan melihat tahap 1 dan 2, bagaiman anda akan tetap
didepan pasar dan begaiman anda berkomunikasi ke pasar. Bagaiman teknologi
sosial meningkatkan efisiensi operasional hubungan pasar.
4. Pengukuran
Menetapkan langkah-langkah efektif sangat penting
untuk mengukur apakah metode yang digunakan, isi dibuat dan alat yang
anda gunakan efektif dalam meningkatkan posisi dan hubungan pasar anda.
2.1.4 Facebook sebagai Media Sosial Online
Facebook adalah salah satu situs jejaring sosial di
dalam internet yang memungkinkan pengguna (user)
dapat berinteraksi dan berbagi data dengan pengguna lain. Dari sisi
penggunaan,facebook sangat berkembang pesat dari tahun ke tahun sejak
diluncurkan pada 2004. Facebook memudahkan orang berkomunikasi dengan orang
lain dengan cara chatting, menulis di Wall, dan mengirim Pesan/Message. Tanpa
disadari, facebook telah menjadi sumber informasi bagi semua orang di seluruh
dunia (Nurkamid, et al, 2010).
Selain itu, facebook dapat juga
melepaskan rasa bosan dikarenakan banyak games-games yang menyenangkan. Hanya
dengan mengetik nama game yang kita inginkan di dalam kotak ‘Search’, maka dengan segera akan muncul
hasilnya. Dibandingkan dengan website yang lain, Facebook lebih mudah
digunakan, lebih cepat, dan lengkap sehingga membuat Facebook lebih bermanfaat
dan lebih banyak diminati oleh orang-orang di seluruh dunia.
Group pada facebook dimanfaatkan
sebagai media untuk berdiskusi secara online yang dilakukan diluar pertemuan
tatap muka dikelas. Pemanfaatan facebook dalam mata kuliah ini sangat membantu
dalam menyelesaikan masalah yang terjadi berkaitan dengan waktu perkuliahan
yang amat terbatas pada pertemuan tatap muka dikelas. Melalui pemanfaatan
facebook ini, dosen pengampu dapat memberikan pertanyaan, berinteraksi serta
berdiskusi kepada mahasiswa yang tergabung didalam group dan mahasiswa pun juga
dapat memberikan respon, jawaban atau tanggapan terhadap pertanyaan yang
diajukan dosen pengampu atau jawaban dari mahasiswa lain (Albaghir, 2012).
Namun realita yang terjadi tidak
seperti yang diharapkan, ternyata pemanfaatan facebook masih dianggap kurang
membantu perkuliahan karena berbagai macam alasan. Sehingga muncul sebuah opini
bahwa perkuliahan yang dilakukan dengan menggunakan facebook hanya
membuang-buang waktu saja, sangat merepotkan, tidak menyelesaikan masalah,
kurang kerjaan, tidak bermutu dan lain sebagainya.
Pada saat ini, internet
merupakan kebutuhan bagi banyak orang karena dengan internet kita bisa
mengakses dan menemukan segala informasi di seluruh dunia dengan cepat dan
mudah. Kebutuhan internet yang sangat penting sehingga peningkatan jumlah
pemakai internet setiap tahun yang selalu meningkat di seluruh dunia. Di
Indonesia sendiri jumlah pemakai internet selalu meningkat dengan peningkatan
yang cukup besar. Teknologi informasi,khususnya internet telah membuka mata
dunia akan sebuah dunia baru, interaksi baru, market place baru, dan sebuah
jaringan bisnis dunia yang tanpa batas.
Disadari betul bahwa
perkembangan teknologi yang disebut internet, telah mengubah pola interaksi
masyarakat, yaitu; interaksi bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet
telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan/industri
maupun pemerintah. Hadirnya Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi
operasional perusahaan, terutama peranannya sebagai sarana komunikasi,
publikasi, serta sarana untuk mendapatkan berbagai informasi yang dibutuhkan
oleh sebuah badan usaha dan bentuk badan usaha atau lembaga lainya.
Perkembangan teknologi
informasi internet telah memberikan dampak positif bagi masyarakat Indonesia.
Dengan adanya teknologi internet telah merubah gaya hidup masyarakat Indonesia
yang primitif menuju masyarakat modern. dampak positif dari sebuah teknologi
internet di indonesia yanitu dapat memudahkan
pencarian informasi, artikel, lowongan pekerjaan, dan masih banyak
lagi.Tetapi disamping ada sisi positifnya juga tidak terlepas dari sisi
negatif antara lain membuat pengguna
internet menjadi malas.
Peran internet di dalam
pembelajaran orang dewasa bertumbuh karena berkembangnya kecepatan transfer
data, perangkat web authoring, search engine dan bertumbuhnya pengguna komputer
pc di rumah dan semakin mudahnya akses internet. Dari tahun ke tahun semakin
banyak orang yang menggunakan internet untuk berbagai macam keperluan termasuk
di dalamnya penggunakan untuk pembelajaran jarak jauh. Pada tahun 2005 saja, di
amerika lebih kurang 3.2 juta mahasiswa yang paling tidak mengambil satu mata
kuliah online. Dan dari tahun ke tahun semakin banyak dan bahkan saat ini
pembelajaran online menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembelajaran
konvensional. Pengunaan metode asysnchronous yang pada mulanya menjadi mode
satu-satunya berkat teknologi informasi penggunaan metode synchronous menjadi
hal yang biasa (Rovai, 2012).
2.1.5
Sarana
Komunikasi
Menurut Ekosujadi (2011), ada beberapa
bentuk komunikasi yang bisa kita lakukan via Internet, antara lain:
1.
InternetPhone: Fasilitas telepon
melalui internet digunakan untuk menelepon ke mana saja ke seluruh dunia dengan
pulsa lokal. Selain itu, wajah lawan bicara anda bias tampak di layar monitor
anda (seperti fasilitas 3G). Sayang kita masih belum bisa mengaksesnya di
Indonesia, karena masih ada undang-undang hak monopoli komunikasi oleh Telkom.
2.
Berkirim Surat elektronik: Melalui
fasilitas email yang disediakan Internet, kita bisa berkirim surat
pada seseorang di negara bagian manapun, dengan langkah yang sangat mudah dan
waktu yang sangat singkat. Kita hanya butuh mengetikkan surat yang akan kita
kirim, lalu Send pada alamat email yang akan kita tuju. Selain mudah, cepat dan
praktis, fasilitas ini pun gratis.
3.
Chatting: Dengan menggunakan
fasilitas chatting, kita bisa mengobrol dengan siapa saja yang mungkin berada
di negara yang sangat jauh atau sangat dekat dengan kita. Pada fasilitas ini,
kita mengobrol bukan melalui suara, namun melalui tulisan yang kita sampaikan
pada lawan bicara kita. Dengan fasilitas Chatting ini, kita bisa menambah teman
dari berbagai belahan dunia, serta menambah pengetahuan tentang bahasa dan
kebiasaan orang lain.Kita juga bisa melihat wajah lawan bicara bila ada
fasilitas tambahan berupa web cam.
4.
Sarana
melakukan transaksi dagang
Di Internet, kita dapat menjual atau membeli barang. Saat
ini, di internet sudah banyak Online Shop (toko online). Secara fisik tidak
berbentuk toko, tapi menyediakan situs web sehingga anda dapat memesan barang
yang anda inginkan, mengisi formulir yang disediakan, memilih spesifikasi
barang yang anda inginkan, lalu klik buy. Pembayaran dilakukan melalui internet
dengan kartu kredit. Beberapa hari kemudian, barang pesanan anda dikirim ke
rumah.
5.
Tempat
diskusi / sharing
Di
internet ada banyak forum diskusi yang bisa kita ikuti. Kita bisa memberikan
komentar atas topik yang sedang dibicarakan atau membuat topik baru untuk
didiskusikan. Dengan fasilitas ini, kita bisa belajar untuk mengeluarkan
pendapat dan bersosialisasi dengan sesama.
6.
Sarana
Pemasangan Iklan baris
Internet bisa kita jadikan sarana pemasangan iklan baris
yang paling efisien. Kita hanya perlu mengisi formulir yang tersedia, menulis
pesan iklan yang kita inginkan, lalu klik kirim. Sangat mudah karena hanya
dalam beberapa detik, iklan tersebut sudah dimuat di Internet dan bisa dibaca
oleh siapapun di seluruh dunia, serta gratis”.
2.1. 6 Pengertian Metode Mengajar
Metode pengajaran yaitu suatu ilmu pengetahuan tentang motode
yang dipergunakan dalam pekerjaan mendidik. Atau bisa juga yang dimaksud metode
mengajar adalah suatu pengetahuan tentang cara-cara mengajar yang di pergunakan
oleh seorang guru atau instruktur (Malik, 2012).
Metode mengajar yang digunakan untuk menyampaikan informasi
berbeda dengan cara yang ditempuh untuk memantapkan mahasiswa dalam menguasai
pengetahuan keterampilan, dan sikap ( kognitif, efektif). Didalam penggunaan
metode ada beberapa syarat- syarat sebagai berikut:
1. Metode
mengajar yang dipergunakan harus dapat membangkitkan motif, minat, atau gairah
belajar mahasiswa.
2. Metode
mengajar yang dipergunakan harus dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk
mewujudkan hasil karya.
3. Metode
mengajar yang dipergunakan harus dapat menjamin perkembangan kegiatan
kepribadian siswa.
4. Metode
mengajar yang dipergunakan harus dapat meransang keinginan siswa untuk dapat
belajar lkebih lanjut, untuk melakukan eksplorasi dan inovasi (pembangunan).
5. Metode
mengajar yang dipergunakan harus dapat mendidik murid dalam teknik belajar
sendiri dan cara memperoleh penngetahuan melalui usaha pribadi.
6. Metode
mengajar yang dipergunakan dapat mentiadakan penyajian yang bersifat verbalitas
dan menggantinya dengan pengalaman atau stuasi yang nyatra dan bertujan.
7. Metode
mengajar yang dipergunakan harus dapat menanamkan dan mengembangkan nilai-nilai
dan sikap-sikap utama yang diharapkan dalam kebiasaan cara bekerja yang baik
dalam kehidupan sehari- hari.
Salah satu metode pembelajaran adalah metode diskusi.
Muhibbin Syah (2000), mendefinisikan bahwa metode diskusi “Metode mengajar yang
sangat erat hubungannya dengan memecahkan masalah (problem solving). Metode ini lazim juga disebut sebagai diskusi
kelompok (group discussion) dan resitasi bersama (socialized recitation)”.
Metode diskusi dapat pula diartikan sebagai siasat
“penyampaian” bahan ajar yang melibatkan peserta didik untuk membicarakan dan
menemukan alternatif pemecahan suatu topik bahasan yang bersifat problematis.
Pengajar/dosen, peserta didik atau kelompok peserta didik memiliki perhatian
yang sama terhadap topik yang dibicarakan dalam diskusi.
2.1.7 Pemanfaatan
Media Dan Sumber Belajar
Kemajuan
ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi sangat berpengaruh
terhadap penyusunan dan implementasi strategi pembelajaran. Dalam suatu proses
komunikasi selalu melibatkan tiga komponen pokok yaitu:
1. Komponen
pengirim pesan (dosen)
2. Komponen
penerima pesan (mahasiswa) dan
3. Komponen
pesan itu sendiri yang biasanya berupa materi pelajaran.
2.1.8 Konsep Dasar
Media
Secara
umum media merupakan kata jamak dari “medium” yang berarti perantara atau
pengantar, kata media berlaku untuk berbagai kegiatan usaha, seperti media
dalam penyampaian pesan, media pengantar magnet atau panas dalam bidang teknik.
Namun demikian, media bukan hanya berupa alat atau bahan saja, akan tetapi
hal-hal lain yang menemukan siswa dapat memperoleh pengetahuan.
Menurut Gerlach secara umum media itu meliputi orang, bahan,
peralatan, atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa
memperoleh pengetahuan. Keterampilan dan sikap jadi, dalam pengertian media
bukan hanya alat perantara seperti TV, Radio, slide, bahan cetakan, tetapi
meliputi orang atau manusia sebagai sumber belajar atau juga berupa kegiatan
sesama, diskusi, seminar, karya wisata, simulasi dan sebagainya yang
dikondisikan untuk menambah pengetahuan dan wawasan, mengubah sikap atau untuk
menambah keterampilan.
a. Pentingnya
media pembelajaran
Mengajar dapat di
panjang sebagai usaha yang dilakukan guru agar siswa belajar, sedangkan yang
dimaksud dengan belajar itu sendiri adalah proses perubahan tingkah laku yang
diperoleh melalui pengalaman. Pengalaman langsung adalah pengalaman yang
diperoleh dari aktivitas sendiri pada situasi yang sebenarnya. Bahwa
pengalaman belajar yang diperoleh siswa dapat melalui proses perbuatan atau
mengalami sendiri apa yang dipelajari, proses mengamati dan mendengarkan
melalui media tertentu dan proses mendengarkan melalui bahasa semakin konkrit siswa
mempelajari bahan pengajaran. Contohnya melalui pengalaman langsung maka
semakin banyak pengalaman yang diperoleh siswa semakin abstrak bahasa verbal
maka semakin sedikit pengalaman yang akan diperoleh siswa.
b. Fungsi
Dan Manfaat Penggunaan Media Pembelajaran
ü Menangkap
suatu objek atau peristiwa – peristiwa tertentu
ü Memanipulasi
keadaan, peristiwa, atau objek-objek tertentu
ü Menambah
gairah dan motivasi belajar siswa
Penggunaan media
dapat menambah motivasi siswa sehingga perhatian siswa terhadap materi pembelajaran
dapat lebih meningkat. Dalam kondisi ini media dapat berfungsi :
1. Menampilkan
objek yang terlalu besar untuk dibawa kedalam kelas
2. Memperbesar
serta memperjelas objek yang terlalu kecil yang sulit dilihat oleh mata
telanjang, seperti sel-sel butir, darah/ molekul bakteri dan sebagainya.
3. Mempercepat
gerekan suatu proses yang terlalu lambat sehingga dapat dilihat dalam waktu
yang lebih cepat.
4. Memperlambat
proses gerakan yang terlalu cepa
5. Menyederhanakan
suatu objek yang terlalu kompleks
6. Memperjelas
bunyi-bunyian yang sangat lemah sehingga dapat ditangkap oleh telinga.
2.1.9
Prinsip-
prinsip Penggunaan Media
Prinsip
pokok yang harus diperhatikan dalam penggunaan media pada setiap kegiatan
belajar mengajar adalah bahwa dalam upaya memahami materi pelajaran. Agar
media pembelajaran benar-benar digunakan untuk membelajarkan siswa maka ada
sejumlah prinsip yang harus diperhatikan, diantaranya:
1. Media
yang digunakan oleh guru harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan
pelajaran
2. Media
yang akan di gunakan harus sesuai dengan materi pembelajaran
3. Media
pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi siswa
4. Media
yang akan digunakan harus memperhatikan efektivitas, dan efesien
5. Media
yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan guru dalam mengoperasinya.
2.1.10 Prinsip- prinsip Belajar Jarak Jauh
Secara mendasar sebuah pembelajaran
jarak jauh menurut Simonson (2009),
sebagai “Sebuah kegiatan belajar formal yang berbasis organisasi (institution-based) dimana kelompok
kelompok belajr terpisah , dan dimana interaksi jarak jauh (telecommunication)
dipergunakan untuk saling terhubung antar angggota, dengan pengajar dan juga
menghubungkan dengan sumber-sumber pembelajaran”.
a.
Institutionally
based, yang merupakan komponen pertama ini membedakan
sebuah kegiatan belajar jarak jauh dengan kegiatan belajar secara mandiri (self study). Yang dimaksudkan
dengan institusi adalah adanya sebuah
organisasi pendidikan yang menawarkan pembelajaran jarak jauh kepada mahasiswa.
b.
Separation
of teacher and student. Seringkali ditafsirkan bahwa pemisahan ini adalah pemisahan dalam
arti tempat/geografis. Tetapi saat ini pemisahan ini juga berarti pemisahan
dalam arti waktu. Tutor memberikan suatu materi pada suatu waktu sementara
murid mengakses materi tersebut pada waktu yang lain yang memungkinkan
(asynchronous). Selain terpisah secara tempat dan waktu,pemisahan dalam hal
kecerdasan adalah hal yang penting pula. Sebuah proses belajar mengajar adalah
interaksi antara tutor yang mempunyai tingkat kecerdasan yang lebih tinggi
dibandingkan dengan peserta didiknya. Dalam hal ini, tujuan KBM adalah
mengurangi perbedaan kecerdasan tersebut.
c.
Interactive
Telecommunication, sebagai komponen ke-3 dapat berarti
asynchronous ataupun synchronous (dalam waktu yang sama). Interaksi adalah
suatu hal yang penting tetapi harus tetap memperhatikan biaya yang muncul dari
penggunaan telecommunication itu sendiri. Artinya, ketersediaan sarana dan
prasarana komunikasi jarak jauh secara umum dan relevan sudah cukup untuk
menunjang KBM jarak jauh. Pengertian Telecommunication dapat berarti media
elektronik, seperti televisi,telepon, dan juga internet. Tetapi istilah
tersebut juga mencakup pengertian sistem surat menyurat dan sarana-sarana non
elektronik lain yang berguna untuk berinteraksi. Tentu saja semakin hari media
elektronik semakin menjadi penting dan berkembang dalam menunjang interaksi KBM
jarak jauh.
d.
Learning
Experiences, tentu saja ujung dari
komponen-komponen KBM jarak jauh yang lain tidak akan berguna jika tidak
ditunjang dengan sebuah bentuk belajar mengajar (learning experiences) yang sesuai dan berdaya guna. Pengertian learning experiences di sini adalah jenis/bentuk materi yang dapat dibagikan
dan bagaimana caranya diakses, dapat dimengerti dengan baik dan benar serta
mudah dipergunakan.
Ditinjau dari pendekatan sistem, menurut
Alfred P Rovai, sebuah sistem pembelajaran jarak jauh harus mempunyai
lingkungan sebagai berikut:
Sumber:
Yulianto, (2011)
Sebuah lingkungan KBM online yang ideal
sebagaimana digambarkan pada diagram di atas adalah merupakan sebuah interaksi
yang menempatkan si pembelajar/mahasiswa sebagai pusat dari lingkungan. Di dalam lingkungan belajar jarak jauh
tersebut mahasiswa mempunyai akses ke sumber pembelajaran yang disediakan
(learning management system) yang dapat diperkaya dan ditingkatkan dengan
tersedianya layanan kepustakaan online.
Sementara dalam kegiatan belajarnya, mahasiswa
akan berinteraksi dengan penyelenggara, pengajar, serta mendapatkan layanan
dukungan dalam hal administrasi dan penggunaan teknologi KBM online. Tentu saja
tersedia fasilitas untuk berinteraksi dengan mahasiswa lain untuk mendiskusikan
materi perkuliahan, baik dengan metode
asynchronous maupun synchronous.
2.2
Penelitian
Terdahulu
Untuk lebih memperkuat dan mempertajam
penelitian ini, maka penelitian ini diperkuat dengan data-data penelitian
terdahulu yang dapat dijadikan acuan dab referensi pada poin-poin tertentu guna
menunjang teori dan hasil penelitian ini.
Penelitian terdahulu pertama, yang dilakukan oleh Rizca Fitriawati
Hidayat dengan judul “Pemanfaatan Jejaring Sosial Facebook sebagai Media Pembelajaran” pada tahun 2012
dengan objek penelitian Deskripsi Opini Mahasiswa Teknologi Pendidikan
UNJ MK KSHP Reguler pada semester 06.
Berdasarkan hasil
penelitiannya dapat disimpulkan bahwa adanya respon positif dari mahasiswa yang
mengikuti kegiatan diskusi melalui media grup facebook. Adapun permasalahan
yang terjadi, yaitu kurangnya kesigapan mahasiswa dalam menanggapi
pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan, ternyata bukan disebabkan oleh
ketidaksetujuan mahasiswa terhadap pemanfaatan grup facebook sebagai media
diskusi MK KSHP. Melainkan karena beberapa faktor eksternal, diantaranya
fasilitas pendukung dan biaya. Walaupun beberapa mahasiswa yang tergabung dalam
grup KHSP Reguler, saat ini sudah menggunakan smartphone. Namun,
beberapa diantaranya masih ada yang bergantung pada jasa warung internet
(warnet) untuk mengakses situs ini. Masalah tersebut juga terjadi disebabkan
kurang seringnya mahasiswa mengakses situs facebook.
Penelitian terdahulu kedua, adalah “Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Riau Terhadap Penggunaan Facebook” oleh Eko Sujadi pada
tahun 2011 dengan objek Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Riau yang menggunakan media sosial Facebook.
Kehadiran facebook bagi
masyarakat khususnya mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR, sedikit banyak
mempengaruhi persepsi, pola pikir dan sikap mahasiswa. Terbukti dari hasil
penelitian di lapangan bahwa fitur-fitur yang disajikan dapat memenuhi
kebutuhan mahasiswa dari segi informasi, hiburan dan sosialisasi. Selain itu
facebook juga bukan lagi dianggap sebagai trend atau gaya hidup tetapi sudah
menjadi kebutuhan bagi mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR.
Beberapa faktor yang
mempengaruhi persepsi mahasiwa Ilmu Komunikasi FISIP UR terhadap penggunaan
facebook adalah faktor fungsional yakni kebutuhan mahasiswa akan informasi dan
hiburan yang dikemas lebih menarik serta pengaruh lingkungan kampus dan
pergaulan yang semakin menumbuhkan keinginan untuk menggunakan facebook. Faktor
struktural yang mempengaruhi persepsi mahasiswa seperti berbagai kemudahan yang
didapatkan mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UR melalui fitur-fitur yang
disajikan facebook seperti games, wall, obrolan dan lainnya. Intinya facebook
mampu mengemas sebuah sarana yang dapat memenuhi kebutuhan mahasiswa secara
menarik dan komplit.
Kemudian penelitian
terdahulu ketig, dari Abdul Rochim
AlBaghir, sebagai peneliti “Facebook
sebagai Media Pembelajaran [Opini
Mahasiswa Terhadap Penggunaan Facebook dalam Matakuliah Kapita Selekta Hasil
Penelitian (KSHP)] pada tahun 2012.
Sebagian besar dari
mahasiswa yang mengikuti perkuliahan KSHP memberikan respon dan tanggapan yang
positif berkaitan dengan penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP. Sesusai
dengan saran dan masukan dari mahasiswa yang sudah dibahas diatas, jika
penggunaan facebook dalam perkuliahan KSHP tetap ingin terus dilaksanakan, maka
harus dilakukan penjadwalan yang jelas kapan waktunya mahasiswa harus mengakses
dan berdiskusi bersama pada group KSHP agar mahasiswa yang mengalami kesulitan
dan masalah dapat menyesuaikan dan mengatur jadwal mereka dengan baik.
Semoga facebook,
jejaring sosial serta berbagai macam fasilitas lainnya dapat dimanfaatkan
dengan baik terutama dalam bidang pendidikan, sehingga akan mempermudah serta
memberikan keluasan kepada peserta didik untuk mecari dan mengakses berbagai
macam informasi yang tersedia.
Penelitian terdahulu keempat, oleh Muhammad Nurkamid, dkk
pada tahun 2010 dengan judul “Pemanfaatan
aplikasi jejaring sosial Facebook untuk media pembelajaran”.
Situs jejaring sosial
yang sekarang berkembang salah satunya seperti facebook dapat dimanfaatkan
sebagai e-learning yang merupakan salah satu karakteristik dari generasi
teknologi web 2.0, colaborating and sharing. Dengan memanfaatkan beberapa
aplikasi yang ada difacebook, interaktifitas sistem kepada pengguna dapat
ditingkatkan.
Penelitian terdahulu kelima, “Pemanfaatan Facebook Untuk Menunjang Kegiatan Belajar Mengajar Online
Secara Mandiri” oleh Lintang Patria dan Kristianus Yulianto pada tahun
2011.
Sebagai sebuah sistem,
Facebook merupakan sebuah sistem yang sangat handal, mempunyai tata visual yang
menarik, mudah dipergunakan, dan banyak yang menggunakannya. Facebook mempunyai
fitur-fitur yang dapat dipergunakan untuk menunjang KBM jarak jauh. Fitur-fitur
tersebut mencakup :
Fitur untuk
menyampaikan materi dalam berbagai format (text, link, file, rekaman video), fitur
untuk berinteraksi secara asynchronous (message, status & Comment,) dan
juga synchronous (chatting) antara tutor dengan peserta atau antar peserta. Fitur
untuk memberi notifikasi yang terhubung dengan peralatan telephon seluler (mobile devise) dan email tutor dan
peserta.
Sistem merupakan sebuah
sistem media sosial di awan yang dimiliki oleh sebuah perusahaan bisnis
independen. Sehingga tidak memungkinkan untuk mengkustomisasi ataupun
mendapatkan layanan dukungan khusus untuk penggunaan sebagai sistem KBM jarak
jauh. Keberlangsungan sistem juga tergantung kepada kebijakan pemilik sistem.
Materi tutorial yang
mengandung symbol dan rumus-rumus keilmuwan tidak dapat dibuat dan ditampilkan
dengan benar sehingga sulit dipahami. Tidak dapat dipergunakan untuk memberikan
penilaian hasil evaluasi secara formal (yang berkaitan dengan administrasi
KBM).
Berdasarkan
dari berbagai sumber penelitian terdahulu, yang membedakan penelitian sekarang
dan terdahulu adalah terletak pada judul penelitian, analisis, dan objek
penelitian.
2.3
Kerangka
Pemikiran
Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal dan
Group merupakan salah satu mata kuliah jurusan Ilmu Komunikasi Universitas
Tribhuwana Tunggadewi Malang yang menggunakan model komunikasi pembelajaran
jarak jauh dengan menggunakan media sosial facebook dalam proses
belajar-mengajar (Diskusi Online).
Berdasarkan
landasan teori serta penelitian terdahulu seperti yang telah diuraikan diatas,
maka diperoleh gambaran untuk penyusunan kerangka pemikiran sebagai berikut:
Gambar
2.3. Kerangka Pemikiran
|
Model
Komunikasi
|
|
Penggunaan Media
|
|
Pola
Interaksi Belajar-Mengajar
|
|
Feedback
|
|
Proses
Komunikasi
|
Dengan
kerangka pemikiran seperti pada gambar 2.3 diatas maka akan uraikan bagaimana
model komunikasi pembelajaran melalui media sosial facebook, yang mana dalam
model tersebut terdapat proses komunikasi dari komunikator pada komunikan yang
dalam hal ini menggunakan facebook sebagai medianya. Dari mengetahui model dan
proses komunikasi yang digunakan terhadap media (facebook) tersebut, maka akan
muncul pula pola-pola interaksi dalam belajar mengajar melalui media facebook
yang pada akhirnya diharapkan terjadinya suatu feedback yang baik dari entitas pengguna media tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
AlBaghir, R, A, 2012, Facebook sebagai Media Pembelajaran.
[Online]
Available at:
(Accessed
14 May 2013)
Hidayat, R, F, 2012, Pemanfaatan Jejaring Sosial Facebook sebagai
Media
Pembelajaran.
[Online] Available at:
(Accessed
15 May 2013)
Nurkamid, M., et al, 2010, Pemanfaatan aplikasi jejaring sosial Facebook
untuk
media
pembelajaran. Universitas Muria Kudus.
Primasti, D, 2012, dalam penyampaian
presentasi matakuliah Interpersonal dan
Group. Universitas
Tribhuwana Tunggadewi Malang.
Rovai, Alfred P, 2008, Distance Learning in Higher Education : a Programmatic
Approach to Planning, Design,
Instruction, Evaluation, and Accreditation. New York: Teacher
College Press.
Simoson, Michael, 2009, Teaching and Learning at Distance,
Foundation of
Distance
Education, Pearson. USA.
Sujadi, E, 2011, Persepsi Mahasiswa Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan
Ilmu Politik Universitas Riau
Terhadap Penggunaan Facebook. [Online] Available
at:
(Accessed
15 May 2013)
0 comments:
Post a Comment