HIMAKOMUNITRI- Menjadi manusia yang
peka dan melek media memang sangat dibutuhkan, guna menjadikan manusia yang
mampu memfilter sajian-sajian media dengan baik dan bertanggungjawab. Media
Online yang akhir-akhir ini menjadi kancah berita lokal, nasional, atau bahkan
internasional nyatanya memberikan pengaruh besar terhadap prilaku serta pola
pikir manusia, maka karena hal tersebut sangatlah tepat jika Himpunan mahasiswa
jurusan Komunikasi Div. Jurnalistik Unitri Malang pada tanggal 07-08 Mei 2013,
mengadakan acara Workshop dan Seminar Nasioanal Jurnalistik dengan tema
Menyorot Jurnalisme Online. Acara ini digelar selama dua hari dengan dua
pemateri, yaitu I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa Peneliti dan dosen UNAIR, selaku
pemateri pertama yang membahas tentang bagaimana cara menjadi reporter yang
baik dan membuat berita yang cepat. Dody Wisnu Pribadi Wartawan Kompas, selaku pemateri
kedua yang membahas tentang citizen Journalism. Selama dua hari ini acara ini
dihadiri sebanyak 86 peserta dari dua jurusan di Unitri dan yang lainnya adalah
undangan dan peserrta dari Unmuh Malang, UB, IMIKI Wilayah IV dan IMIKI Cabang
Malang.
“Ruang dan waktu
itu bukan lagi hambatan dari seorang jernalis, seorang Jurnalis itu juga harus
mampu membuat berita secepat mungkin, tidak butuh satu atau dua hari, dalam
hitungan menit dan jampun harus selesai beritanya, maka dari itu kita harus
mulai belajar dari sekarang. Seorang reporter itu tidak ada batasannya,
kapanpun akan buat berita, bua!1. Kita sebagai mahasiswa komunikasi juga harus
melek media, mengenal mana media yang biasa menyajikan informasi yang baik atau
yang tidak baik. Sehingga kita tidak terhegemoni oleh sajia-sajian media saja”
Terang Igak, sapaan akrab dari I Gusti Agung Ketut Satrya Wibawa saat
memaparkan materinya di depan 86 peserta seminar.
Selain ungkapan
dari Igak, Dody Wisnu Pribadi pun menyatakan bahwasanya saat ini sajian-sajian media bukan hanya teks, tapi juga visual dan auditif : radio
online, TV online (streaming), mutakhir : Youtube (multi media) Membuka peluang siapapun, tidak terbatasi oleh profesi journalis untuk
terlibat” ungkapnya.
Dunia jurnalisme online selalu tidak jauh-jauh dengan citizen
journalism yang juga merebak seiring perkembangan new media itu sendiri.
Walaupun demikian, menjadi seorang citizen journalist yang tidak
dinaungi oleh institusi apapun juga perlu belajar, minimal dasar-dasar
jurnalisme” Lanjut Dody saat peserta mulai penaran
apa itu sebenarnya jurnalisme online.
Terlepas dari
pembahasan materi dari dua pemateri seminar ini, peserta pun diajak langsung
untuk membuat berita dengan tiga tema selama 30 menit, serta membuat berita
yang dimuat di facebook dan twitter mereka. Moh. Faiz, panitia pelaksana
seminar nasional ini mengaku sudah sangat bangga karena acara worshop dan
seminar nasional yang digelar dua hari ini berjalan dengan lancar, sesuai
rencana para panitia.
Setelah pemateri
pamit dari hadapan para peserta, acara seminar ini ditutup dengan pembagian
sertifikat, door price, serta
lantunan dangdut dari finalist unitri idol, Robertus mahasiswa jurusan ADM
Negara. Acara ini juga di dukung oleh banyak sponsor antaranya BEM Unitri,
Humas Unitri, Tri FM, X-Flash, Purwacaraka, BNI, BNI Syariah, IMIKI, Resto
Gama. Akhirnya acara workshop dan seminar ini ditutup dengan doa oleh pembawa
acara pada pukul 11.25 WIB di GOR Unitri Malang.
Ra_/08/05
Dari
Himakom untuk HUMAS Unitri