serasa menerka pada lubuk hatiku
sakit hanya sendiri
jika dahulu kau katakan cinta itu semanis kopi
maka kali ini kau mendustakannya sepahit ampas kopi
aku masih belajar bagaimana cara menyanjungmu
aku baru memulai tingkah bagaimana agar kau mampu menerimaku
dari hitungan awal bulan kemari, hingga purnama menenggelamkan ceritanya.
aku masih duduk memaku hujan dipelepas embun tanpa awan. pagi itu.

0 comments:
Post a Comment