Sunday, June 23, 2013

3 Berita Juni @kuliah Jurnalistik



A.    Berita 1
AKIBAT PENEBANGAN LIAR ULAH MANUSIA
Malang-Masyarakat Indonesia terutama yang tinggal didaerah peternakan pinggiran hutan atau nelayan tepian pantai kini cenderung arogan dan egois dengan kurang menghargai bahkan meninggalkan nilai dan norma yang berlaku sebagai pengatur dalam pemanfaatan sumber daya alam.
Dalam pidato pengukuhan guru besar bidang sosiologi Fakultas Peternakan Unibraw di gedung pusat pengembangan ilmu (PPI) sabtu lalu, Dr. Ir. H. Darsono Wisadirana, sarjana Fakultas peternakan Unibraw lulusan 1982 itu menegaskan  bahwa “Warga masyarakat yang tinggal di dikawasan hutan dan peternakan pinggiran hutan melakukan penebangan pohon hutan tanpa mempedulikan dampak yang dapat merugikan manusia”.
Menurut putra Brebes kelahiran 1956 itu, pohon hutan tersebut sebenarnya merupakan pelindung lahan kritis, demikian pula dengan kawasan pantai, hutan bakau yang dijadikan green belt (sabuk hijau) atau penyangga pantai serta hutan pinus sebagai penahan erosi dan banjir telah mengalami kerusakan berat akibat penebangan liar, dan hal tersebut karena ulah manusia. (Raa/15/06)

B.     Berita 2
KECELAKAAN MAUT MENEWASKAN LIMA PENUMPANG BUS
Indramayu-Terjadi kecelakaan maut (14/6) sekitar pukul 15.30 WIB di belokan jalan desa Cikijing Indramayu, truk D 2248 SE berpapasan dengan bus Dahlia B. 4711 AT.
Bus tersebut mengerem keras dan ban tidak berhenti karena jalan licin akibat hujan deras, jalan pun tidak terliat, lalu bus itu bergerak ke kiri terguling masuk jurang sebagian korban terendam kehabisan napas masuk kali.
Akibat kecelakaan tersebut menimbulkan banyak korban, masyarakat sibuk membawa korban ke RS sekitar, dari 17 orang yang berada didalam bus itu diantaranya sepuluh terluka dan dua orang kritis berada di RS Andi Wijaya serta lima orang yang tewas di RS Pamanukan. (Raa/15/06).

C.     Berita 3
HAK TIDAK TERPENUHI, KARYAWAN MOGOK KERJA
Malang-Sekitar 150 buruh banyak membawa poster juga spanduk mogok di halaman perusahaan PT. Prima Ekspor kemarin, tindakan tersebut dilakukan karena para karyawan merasa hak mereka tidak terpenuhi.
            Dengan menggunakan pengeras suara Iming berorasi “Kalau sebulan digaji 300ribu, anak istri kami makan apa? UMR sehyarusnya berapa?” Painem ikut menambahkan “Haid tidak ada cuti juga tidak ada ganti. THR tidak dibayar tepat waktu, kami ini manusia!” tegasnya penuh antusias.
            Direktur utama perusahaan itu Suryanto tidak berada di kantor lalu diwakili direktur keuangannya Pamuji, dia membantah kepada media massa bahwa “Tuntutan itu tidak benar, gaji sudah sesuai ketentuan pemerintah, berbagai tunjangan sudah dipenuhi, karyawan hanya mencari-cari alasan”.
Koordinator lapangan, Supri (35) dan sebagian karyawan mendatangi disnaker. Kadisnaker, Totok Suherman berjanji dia akan mencari kebenaran tentang keluhan karyawan itu dan jika seandainya benar, maka perusahaan dan pimpinannya bisa dikenai sanksi. (Raa/15/06).

0 comments:

Post a Comment

Template by:

Free Blog Templates