A.
Berita 1
AKIBAT
PENEBANGAN LIAR ULAH MANUSIA
Malang-Masyarakat
Indonesia terutama yang tinggal didaerah peternakan pinggiran hutan atau
nelayan tepian pantai kini cenderung arogan dan egois dengan kurang menghargai
bahkan meninggalkan nilai dan norma yang berlaku sebagai pengatur dalam
pemanfaatan sumber daya alam.
Dalam pidato
pengukuhan guru besar bidang sosiologi Fakultas Peternakan Unibraw di gedung
pusat pengembangan ilmu (PPI) sabtu lalu, Dr. Ir. H. Darsono Wisadirana,
sarjana Fakultas peternakan Unibraw lulusan 1982 itu menegaskan bahwa “Warga masyarakat yang tinggal di
dikawasan hutan dan peternakan pinggiran hutan melakukan penebangan pohon hutan
tanpa mempedulikan dampak yang dapat merugikan manusia”.
Menurut putra
Brebes kelahiran 1956 itu, pohon hutan tersebut sebenarnya merupakan pelindung
lahan kritis, demikian pula dengan kawasan pantai, hutan bakau yang dijadikan green belt (sabuk hijau) atau penyangga
pantai serta hutan pinus sebagai penahan erosi dan banjir telah mengalami
kerusakan berat akibat penebangan liar, dan hal tersebut karena ulah manusia. (Raa/15/06)
B.
Berita 2
KECELAKAAN
MAUT MENEWASKAN LIMA PENUMPANG BUS
Indramayu-Terjadi
kecelakaan maut (14/6) sekitar pukul 15.30 WIB di belokan jalan desa Cikijing Indramayu,
truk D 2248 SE berpapasan dengan bus Dahlia B. 4711 AT.
Bus tersebut mengerem
keras dan ban tidak berhenti karena jalan licin akibat hujan deras, jalan pun tidak
terliat, lalu bus itu bergerak ke kiri terguling masuk jurang sebagian korban
terendam kehabisan napas masuk kali.
Akibat
kecelakaan tersebut menimbulkan banyak korban, masyarakat sibuk membawa korban
ke RS sekitar, dari 17 orang yang berada didalam bus itu diantaranya sepuluh
terluka dan dua orang kritis berada di RS Andi Wijaya serta lima orang yang
tewas di RS Pamanukan. (Raa/15/06).
C.
Berita 3
HAK
TIDAK TERPENUHI, KARYAWAN MOGOK KERJA
Malang-Sekitar
150 buruh banyak membawa poster juga spanduk mogok di halaman perusahaan PT.
Prima Ekspor kemarin, tindakan tersebut dilakukan karena para karyawan merasa
hak mereka tidak terpenuhi.
Dengan
menggunakan pengeras suara Iming berorasi “Kalau sebulan digaji 300ribu, anak
istri kami makan apa? UMR sehyarusnya berapa?” Painem ikut menambahkan “Haid
tidak ada cuti juga tidak ada ganti. THR tidak dibayar tepat waktu, kami ini
manusia!” tegasnya penuh antusias.
Direktur
utama perusahaan itu Suryanto tidak berada di kantor lalu diwakili direktur
keuangannya Pamuji, dia membantah kepada media massa bahwa “Tuntutan itu tidak
benar, gaji sudah sesuai ketentuan pemerintah, berbagai tunjangan sudah
dipenuhi, karyawan hanya mencari-cari alasan”.
Koordinator
lapangan, Supri (35) dan sebagian karyawan mendatangi disnaker. Kadisnaker,
Totok Suherman berjanji dia akan mencari kebenaran tentang keluhan karyawan itu
dan jika seandainya benar, maka perusahaan dan pimpinannya bisa dikenai sanksi.
(Raa/15/06).
0 comments:
Post a Comment